
AI Diharapkan Mampu Minimalisir Kecelakaan Kerja Sekaligus Tingkatkan Produktivitas
AI berperan dalam mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di tempat kerja, sekaligus meningkatkan produktivitas.
JAKARTA, Improvement – Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) adalah sebuah keniscayaan. Ia sudah hadir dan banyak digunakan masyarakat di seluruh dunia.
Dalam konteks Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), AI bukan sekadar tren teknologi ditengah derasnya arus transformasi digital.
Ia bisa menjadi alat strategis dalam menyelamatkan nyawa. Lalu, mengurangi biaya kecelakaan dan penyakit akibat kerja, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif.
Demikian benang merah yang bisa diambil dari seminar bertajuk “Peran Artificial Intelligence (AI) dalam Mendukung Penerapan SMK3 dan PSM di Industri,” di Jakarta, Rabu (21/5/2026).
Acara ini terselenggara berkat kerja sama antara Majalah KATIGA dan Perkumpulan Profesi Ahli K3 Indonesia (P2K3I).
Kampanye Penggunaan AI
“Kami dari media (Majalah KATIGA, red) mencoba memfasilitasi, memediasi, mengampanyekan isu-isu terkait AI dan K3 kepada masyarakat industri. Harapannya, kedepan dunia industri Indonesia sudah menggunakan AI dalam upaya penerapan K3 dan PSM (Process Safety Management, red),” kata Sudirgo Dhj, Pemimpin Redaksi Majalah KATIGA sekaligus penggagas acara saat ditemui di sela-sela acara.

Penggagas lainnya, Dr Masjuli, SKM, MKKK, menjelaskan bahwa acara ini merupakan langkah awal dari upaya sosialisasi penggunaan AI dalam implementasi K3. Sebab, katanya, implementasi K3 di lapangan sudah saatnya dibantu dengan AI dan tidak lagi dilakukan secara manual.
“Tujuannya adalah mencegah terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja saat bekerja di tempat kerja. Dengan bantuan AI, kita bisa menyelamatkan nyawa para pekerja terutama mereka yang bekerja di sektor industri berisiko tinggi,” kata Masjuli.
Ia mencontohkan, pengawas atau pekerja tidak perlu lagi naik ke ketinggian guna melakukan pengecekan kondisi tidak aman atau perilaku tidak aman. “Cukup dengan menerbangkan drone saja. Atau menggunakan sensor yang disematkan pada CCTCV, pihak manajemen bisa melakukan pengawasan kondisi tidak aman atau perilaku tidak aman di tempat kerja,” katanya.
Tapi, Masjuli mengingatkan, AI tidak akan pernah bisa menggantikan peran manusia. Ia hanya berperan sebagai pendukung. “Intinya di situ,” ia menegaskan.
Menurutnya, penggunaan AI sudah digunakan di beberapa sektor industri di Indonesia. “Migas, konstruksi, pertambangan. Terutama sektor-sektor industri berisiko tinggi,” Masjuli menambahkan.
Tak sekadar mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di tempat kerja, AI juga berperan dalam mendukung operasional yang ekselen. “AI juga berperan dalam mendukung Process Safety Management (PSM) sehingga kinerja dan produktivitas pekerja maupun perusahaan bisa meningkat,” ucapnya.
Mencegah KK dan PAK
Sementara itu, Dr Ir Amri AK, MM selaku Ketua Penyelenggara menegaskan kembali apa yang disampaikan Masjuli.
“AI tidak bisa menggantikan manusia. Ia hanya sebagai pendukung saja dalam upaya mencegah terjadinya kecelakaan kerja (KK) dan penyakit akibat kerja (PAK) di tempat kerja,” kata Amri.
Amri menjelaskan bahwa selama ini fungsi pengawasan K3 dilakukan secara manual. “Fungsi pengawasan penerapan K3 selama ini hanya mengandalkan Ahli K3 Umum, Ahli K3 Listrik, dst, yang sifatnya konvensional. Tetapi dengan teknologi AI, fungsi pengawasan itu akan terbantu,” katanya.

Mantan Direktur Pengawas Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PNK3) Kemnaker ini berharap teknologi AI mampu mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di tempat kerja.
“Jika dijalankan dengan baik, AI diharapkan bisa menekan angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja sekaligus meningkatkan produktivitas,” Amri menegaskan.
Acara seminar, katanya, merupakan langkah awal dari upaya mengampanyekan penggunaan AI di seluruh sektor industri di Indonesia.
Sebagaimana diketahui, kecerdasan artifisial (AI) adalah teknologi yang memungkinkan komputer dan mesin meniru kemampuan kognitif manusia seperti belajar, bernalar, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan.
AI bekerja dengan menganalisis data dalam jumlah besar dan mengenali pola untuk menyelesaikan berbagai tugas secara otomatis dan dalam tempo singkat. (Hasanuddin)



