
FKM UI dan ITPB Raih Penghargaan ‘WSO CONCERNED EDUCATIONAL’ dari WSO Indonesia
Penghargaan diberikan atas kontribusinya mencetak profesional di bidang K3. Juga aktif dalam pengembangan penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.
JAKARTA, Improvement – Dunia pendidikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), tumbuh cukup pesat dalam dua dekade terakhir. Ada cukup banyak lembaga yang menyelenggarakan pendidikan K3 di Indonesia, baik program sarjana maupun vokasi.
Kehadirannya sangat membantu dalam penyediaan sumber daya manusia yang professional di bidang K3 dan banyak dibutuhkan dunia industri Indonesia.
World Safety Organization (WSO) Indonesia memberi perhatian khusus terhadap lembaga pendidikan yang konsern terhadap K3. Dalam ajang WISCA 2026 yang diselenggarakan di Jakarta, Jumat (8/5/2026), WSO Indonesia memberikan penghargaan kepada tiga lembaga pendidikan.
Yaitu Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Petroleum Balongan (ITPB), dan Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid. Penghargaan itu diberikan untuk kategori “WSO Concerned Educational”.
Konsisten
Atas penghargaan itu, Dekan FKM UI Prof Dr Indri Hapsari Susilowati, SKM, MKKK, mengucapkan terima kasih.
“Alhamdulillah, akhirnya FKM UI diakui oleh WSO Indonesia sebagai lembaga yang konsisten menyelenggarakan pendidikan di bidang K3,” kata Prof Indri saat ditemui Improvement usai menerima penghargaan.
Dikatakan, FKM UI merupakan pionir di bidang pendidikan S1 dan S2 K3 di Indonesia. Saat ini, katanya, FKM UI sedang mempersiapkan Prodi S3 K3.
Hal ini diamini Dr Mufti Wirawan, SPsi, MKKK, Sekretaris Departemen K3 FKM UI yang juga hadir. “Sebagaimana S1 dan S2, FKM UI akan menjadi lembaga pendidikan pertama yang akan membuka program studi (Prodi) S3 di bidang K3. Semoga akan semakin meningkatkan dunia K3 di Indonesia dalam hal pendidikan,” kata Mufti.
FKM UI dinilai aktif dalam pengembangan penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, edukasi dan sosialisasi K3. Juga kontribusi strategisnya dalam penyusunan dan penguatan kebijakan nasional di bidang K3.
Penghargaan yang diterima dari WSO Indonesia, katanya, akan semakin memicu FKM UI untuk berbuat lebih banyak lagi di bidang pendidikan K3 di Indonesia.
“Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen FKM UI dalam mendukung penguatan budaya K3 melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang berdampak bagi Indonesia,” katanya.
Prof Indri sendiri menerima penghargaan “WSO Concerned Professional” dalam ajang yang sama. Selain Prof Indri, penghargaan serupa juga diberikan kepada Prof Hanifa Maher Denny, SKM, MPH, PhD, Didie Tedjosumirat, dan Komar Adiwijaya.
Ungkapan senada juga disampaikan Rektor ITPB Dr Ir Hj Hanifah Handayani, MT. “Terima kasih kami sampaikan kepada WSO Indonesia yang telah memberikan penghargaan “WSO Concerned Educational” kepada ITPB. Penghargaan ini tentunya kan semakin memicu kami untuk terus membudayakan aspek K3 di lingkungan kampus,” kata Hanifah yang ditemui di lokasi acara.
Tentang WISCA
WISCA (WSO Indonesia Safety Culture Award) adalah sebuah agenda tahunan yang diselenggarakan WSO Indonesia. Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2020, sudah lebih 120 perusahaan di Indonesia yang telah menjalankan budaya keselamatan dengan baik.
“WISCA bukan perlombaan. Tetapi merupakan bentuk apresiasi terhadap perusahaan-perusahaan yang telah menerapkan aspek K3 dengan baik dan telah menjadikan K3 sebagai budaya di perusahaan. Lewat WISCA, WSO Indonesia berupaya mendorong kalangan industri di Indonesia untuk terus meningkatkan kematangan budaya K3 di perusahaannya masing-masing,” kata Soehatman Ramli, Chairman WSO Indonesia. (Hasanuddin)



