
Badak LNG: ‘Good Safety is Good Business’
Selama 20 tahun, tak ada kecelakaan kerja dengan jam kerja aman mencapai lebih dari 136 juta. Di bidang lingkungan, ia meraih Proper Emas sebanyak 15 kali berturut-turut sejak 2011.
JAKARTA, Improvement – Dalam dunia keselamatan (safety) Indonesia, PT Badak LNG adalah benchmarking terbaik. Kinerjanya dalam operasional kilang LNG sudah diakui secara luas, baik nasional maupun internasional.
Dalam hal keselamatan kerja, misalnya, Badak LNG tidak pernah mengalami kecelakaan kerja selama 20 tahun. Sejak Desember 2006 hingga Maret 2026, jam kerja aman (safe man hours) PT Badak LNG mencapai lebih dari 136 juta.
Di bidang lingkungan, PT Badak LNG meraih Proper Emas selama 15 kali berturut-turut dari Kementerian Lingkungan Hidup, sejak 2011 hingga 2026.
Dua capaian itu membuktikan bahwa Badak LNG merupakan perusahaan yang konsisten dalam upaya melindungi pekerja dari berbagai potensi bahaya di tempat kerja dan lingkungan.
Capaian-capaian tersebut juga menjadi bukti nyata bahwa Badak LNG terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan industri LNG berkelanjutan yang ramah lingkungan. Juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Dalam hal safety secara internasional, Badak LNG juga telah mencapai level 8 dalam sistem pemeringkatan safety (ISRS). Level ini menandakan bahwa Badak LNG telah mencapai budaya keselamatan yang sangat baik dan matang. Prosedur keselamatan kerja sudah dipahami dan dijalankan dengan baik di seluruh lini perusahaan.
Peran Pimpinan
“Keberlanjutan budaya keselamatan kerja dalam operasional industri energi memerlukan pendekatan sistemik yang menyeluruh. Di Badak LNG hal ini diwujudkan melalui penguatan peran kepemimpinan di semua level serta implementasi program berbasis perilaku yang dilakukan secara konsisten,” kata Director & COO Badak LNG Feri Sulistyo Nugroho dalam acara CEO Talk di Gedung Bidakara, Jakarta, Jumat (8/5/2026).
![]()
Perusahaan secara rutin melakukan monitoring melalui indikator leading dan lagging. Lalu, melakukan investigasi insiden sebagai sarana pembelajaran (learning from event), hingga melaksanakan tinjauan manajemen secara berkala.
Guna memastikan keterlibatan seluruh personel, berbagai inisiatif seperti Safety Leadership Engagement, Management Walkthrough, serta pemberian reward, recognition & consequences bagi pekerja senantiasa dikedepankan.
Langkah ini juga mencakup penguatan kolaborasi dengan mitra kerja dan pemangku kepentingan untuk memastikan standar keselamatan yang seragam di seluruh area operasional kilang.
Juara Terbaik WISCA 2026
Atas inisiatif-inisiatif tersebut di atas, Badak LNG dianugerahi penghargaan bintang 5 (Platinum) dalam ajang WSO Indonesia Safety Culture Award (WISCA) 2026. Penganugerahan ini berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Dalam ajang tahun ini, Badak LNG memborong lima penghargaan sekaligus. Yaitu peringkat Platinum Level 5, Concerned ESG, Top Performance Zero Accident, serta Piala Terbaik yang merupakan kategori penghargaan baru di tahun ini.
Selain itu, President Director & CEO Badak LNG Achmad Khoiruddin, turut dianugerahi penghargaan Concerned CEO Top Leadership Award.
Penghargaan yang diberikan oleh WSO Indonesia merupakan pengakuan atas efektivitas pengelolaan K3 perusahaan yang mencakup kebijakan manajemen, safety leadership, hingga aspek strategis seperti pengelolaan lingkungan dan kesehatan kerja.
“Alhamdulillah, pencapaian ini merupakan buah dari perlindungan Tuhan Yang Maha Esa serta kerja keras dari seluruh pekerja, mitra kerja, dan keluarga. Saya mewakili jajaran Direksi dan Manajemen mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pekerja dalam memberikan kontribusi untuk menjaga kilang tetap aman,” katanya.
Ia menekankan bahwa aspek terpenting bagi perusahaan saat ini ialah konsistensi dalam menjaga keamanan operasional kilang. “Prestasi ini bukanlah garis finish, melainkan motivasi bagi kita untuk terus berperilaku, berpikir, dan bertindak dengan mengacu pada aspek keselamatan. Kita harus menjadikan safety sebagai budaya dalam setiap tindakan kita. Good safety is good business,” pungkasnya. (Hasanuddin)



