
Tiang Listrik Korslet, 5 Orang Tewas Saat Rumahnya Terbakar
Satu keluarga yang terdiri atas lima orang tewas ketika rumahnya terbakar hebat. Dugaan penyebab, korsleting listrik yang berasal dari tiang listrik.
JAKARTA, Improvement – Kebakaran kembali menyisakan pilu mendalam bagi keluarga korban yang ditinggalkan. Satu keluarga yang berjumlah lima orang, meregang nyawa ketika kediaman mereka di Jakarta Barat, terbakar hebat pada Jumat (17/4/2026).
Para korban teridentifikasi Tjoa Gek Hoa (65) beserta anak dan menantunya yakni Ricca Shiek (42), Angga Rulian (42) dan cucu yakni Arianna (10) serta Phillip (7).
Para korban ditemukan di lantai dua. Jasadnya masih utuh. Diduga kuat kematian para korban karena kehabisan oksigen dari kepulan asap kebakaran.
Kebakaran maut itu terjadi di Jl Rambutan Timur VI, Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Jumat (17/4/2026) sekira pukul 02.00 WIB. Saat kebakaran, para korban ditengarai kuat tengah tidur lelap.
Kronologi dan Dugaan Penyebab
Kanit Reskrim Polsek Metro Grogol Petamburan AKP Alexander Tengbunan menjelaskan, peristiwa ini bermula ketika petugas menerima laporan dari warga.
“Saksi mendengar bahwasannya adanya percikan yang seperti ledakan. Waktu ketika (saksi) keluar dari rumah, kabel listriknya meledak. Dia melihat kabel listriknya meledak, terus segera menghubungi pihak berwajib,” kata AKP Alex sebagaimana dilansir dari laman tribunjakarta.com.
Dikatakan, saat petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi, api sudah merambat ke dalam rumah. “Iya, sudah merambat ke rumah,” ujarnya.
Hal ini dibenarkan Perwira Piket Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat Abdul Syukur. Menurutnya, kebakaran itu diduga berasal dari korsleting listrik yang terjadi di tiang listrik di depan rumah korban.
Api kemudian dengan cepat masuk ke rumah ketika korban tengah tertidur. “Yang terbakar rumah tinggal. Api diduga dari korsleting listrik di tiang listrik dan langsung masuk ke rumah,” kata Abdul.
Kendati demikian, pihak kepolisian menghadirkan Tim Puslabfor Polri guna memastikan penyebab kebakaran.
Jumat (17/4/2026) sore, sejumlah sampel dibawa oleh Puslabfor Mabes Polri yang melakukan olah TKP lanjutan di lokasi kejadian.
“Sampel sudah diambil. Temuannya di dalam TKP itu ada mesin pompa air dalam keadaan masih tersambung listrik, kemudian ada sepeda motor dan sepeda listrik di sekitarnya,” kata AKP Alex.
Ia menjelaskan, di dekat mesin pompa air tersebut ditemukan cairan thinner, yang merupakan campuran cat dan dikenal mudah terbakar.
“Di dekat pompa listrik itu ada thinner campuran cat. Diduga saat terjadi korsleting listrik, tegangan arus listrik itu mengenai thinner tersebut,” jelasnya.
“Ini masih dugaan sementara. Saat ini masih diselidiki oleh tim Labfor, nanti hasil analisanya akan dilaporkan ke kami,” sambungnya.
Teralis Tinggi
Salah satu yang menjadi kendala saat pemadaman api berlangsung yakni tingginya teralis besi yang berada di depan rumah korban.
“Kesulitannya karena rumah itu digembok dan diteralis tinggi. Kita jebol paksa akhirnya untuk masuk ke rumah tersebut,” kata Abdul Syukur sebagaimana dilansir dari laman detik.com.
Kebakaran maut ini mendapat perhatian dari Walikota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah. Ia menyoroti keberadaan teralis besi yang menghambat proses pemadaman.
“Salah satu hal yang menjadi perhatian kami adalah keberadaan teralis besi di rumah tersebut. Ini juga menyulitkan proses pemadaman,” kata Iin saat dimintai tanggapannya di sela kegiatan operasi penangkapan ikan sapu-sapu di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.
Menurutnya, penggunaan teralis memang bertujuan untuk meningkatkan keamanan rumah dari tindak kejahatan.
Namun di sisi lain, kondisi tersebut justru bisa menjadi penghambat saat terjadi situasi darurat seperti kebakaran.“Sehingga kami berharap ini bisa menjadi perhatian juga. Memang untuk keamanan, tetapi akan menyulitkan juga ketika ada evakuasi,” katanya.
Iin mengimbau masyarakat agar lebih cermat dalam mempertimbangkan aspek keamanan sekaligus keselamatan saat memasang pengaman tambahan di rumah.
“Seharusnya itu menjadi hal yang perlu kita himbau untuk lebih hati-hati dan juga lebih cermat dalam mengamankan dari sisi rumahnya masing-masing,” ucap dia.
Lebih jauh Iin mendorong dilaksanakannya investigasi penyebab kebakaran maut tersebut. Dia mengatakan untuk sementara, kebakaran itu diduga terjadi akibat arus pendek listrik. Namun, pemicu insiden kelistrikan itu masih terus didalami, termasuk dugaan kebakaran bermula dari korsleting pada tiang listrik di depan rumah korban.
“Hari ini juga kita lihat penyebabnya adalah listrik, kondisi listrik, yang masih terus didalami dari sisi investigasi sebab utama dari korsleting listrik tersebut,” kata Iin.
Lebih lanjut, dia menuturkan petugas pemadam telah mengambil tindakan cepat setelah menerima informasi kebakaran tersebut.
“Jadi, pukul 02.18 WIB itu kejadian, jam 02.20 WIB tim Gulkarmat (Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan) sudah berangkat ke lokasi. Jadi, sudah sangat cepat dalam melakukan tindakan. Kemudian, tibanya jam 02.22 WIB, mulai operasi 02.23 WIB, (api) dilokalisasi pukul 02.47 WIB dan pendinginan pukul 02.52 WIB,” papar Iin. (Hasanuddin)



