NewsSustainabilityTransportation

Tabrakan Beruntun di Purbaleunyi, Muatan Berlebih Picu Rem Blong

Truk mengangkut beban melebihi kapasitas, sehingga sopir sering melakukan pengereman. Saat tiba di lokasi kejadian, rem kendaraan tak berfungsi dan memicu tabrakan beruntun.

BANDUNG, Improvement – MY, sopir truk kontainer B 9367 UEL, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tabrakan beruntun di Tol Purbaleunyi KM 93B, Kamis (5/3/2026) malam.

Tabrakan beruntun yang  melibatkan 10 kendaraan itu menewaskan dua orang, dua luka berat, dan enam luka ringan.

Direktur Ditlantas Polda Jabar Kombes Pol Raydian Kokrosono mengatakan, untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan, pihaknya melakukan olah TKP bersama tim Traffic Accident Analysis (TAA),

Dari hasil olah TKP, diketahui truk kontainer yang dikemudikan MY, mengalami gagal fungsi pengereman saat tiba di lokasi kejadian.

Hal itu terjadi karena MY melakukan pengereman terus menerus. Alhasil, ketika tiba di lokasi kejadian, kendaraan mengalami gagal fungsi pengereman alias blong.

“Diduga kendaraan kontainer yang digunakan tersangka mengalami gagal fungsi pengereman, yang diakibatkan pengereman dilakukan terus menerus. Sehingga pada saat kejadian diduga rem itu tidak berfungsi secara normal,” kata Raydian sebagaimana dilansir dari laman jpnn.com, Jumat (6/3/2026).

Muatan Berlebih

Selain itu, pihak kepolisian juga menemukan fakta bahwa kontainer mengangkut muatan berlebih dan di atas batas maksimum.

Muatan berlebih memicu MY melakukan pengereman terus menerus selama perjalanan sebelum akhirnya menabrak sembilan kendaraan di depannya.

“Kami dapatkan bukti dari keterangan saksi, truk dalam uji KIR ini yang diizinkan (berat muatannya) 16 ton. Namun, dari kejadian tadi malam berdasarkan dokumen dan situasi truk yang kami lihat, tersangka membawa muatan bibit plastik sebanyak 25 ton. Ini melebihi muatan yang diizinkan,” ungkapnya.

Raydian menuturkan, sopir MY tidak bisa melakukan pengereman secara sempurna ketika tiba di TKP.

Tabrakan beruntun tidak bisa dihindarkan dikarenakan saat kejadian di KM 92.500B sempat terjadi perlambatan arus lalu lintas yang disebabkan kendaraan truk yang mogok di jalur satu.

“Pada saat tadi malam ada petugas dari PJR Korlantas dan Jasa Marga sedang menangani dan memperlambat kendaraan dari belakang supaya tidak berbahaya. Pada saat antrean perlambatan tersebut, terjadilah truk kontainer menabrak kurang lebih sembilan kendaraan di depan,” jelasnya.

Kronologi Kejadian

Sebelumnya, Kepala Induk PJR Cipularang Kompol Joko Prihantono mengatakan, kecelakaan diduga dipicu oleh kendaraan kontainer yang mengalami gangguan pengereman saat melintas di lokasi kejadian.

“Diduga kendaraan kontainer mengalami masalah pada sistem pengereman ketika menghadapi kepadatan lalu lintas di depan,” kata Joko dalam keterangan resmi.

Menurutnya, kecelakaan bermula ketika truk kontainer bernomor polisi B 9367 UEL yang dikemudikan MY melaju dari Bandung menuju Jakarta di lajur satu.

Setibanya di lokasi kejadian, pengemudi melihat adanya kepadatan kendaraan yang dipicu oleh gangguan sebuah dump truk di lajur depan.

“Karena diduga rem tidak berfungsi dengan baik, kontainer kemudian menabrak kendaraan pikap B 9718 VAF yang berada di depannya hingga memicu kecelakaan beruntun,” ujarnya.

Sopir dan kerent kenderaan pikap tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian.

Tabrakan beruntun itu melibatkan truk kontainer B 9367 UEL, pikap B 9718 VAF, truk BL 8752 NP, Toyota Rush F 1308 AZ, minibus Daihatsu Sigra T 1394 BJ, tronton box D 9481 AF, Toyota Hiace E 7666 AA, Toyota Raize T 1518 HO, Mazda Biante, dan Toyota Agya. (Hasanuddin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button