
PT SGI : ‘Safety is Not Expensive, Safety is Priceless’
Keselamatan tidak ternilai harganya. Lewat filosofi ini, PT SGI berbenah, dan budaya keselamatan pun meningkat dari Kalkulatfi (Silver) menjadi Pro Aktif (Gold).
JAKARTA, Improvement – Keselamatan bagi PT Sayap Garuda Indah (SGI) sudah menjadi bagian keseharian. Sejak awal didirikan, sekitar 30 tahun lalu, SGI sudah menyadari bahwa bisnis penerbangan yang mereka geluti merupakan bisnis berisiko tinggi.
Oleh karena itu, keselamatan menjadi hal utama dalam operasi perusahaan.
SGI atau yang lebih dikenal SGI Air Bali, adalah perusahaan aviasi yang berbasis di Bali. Dikenal sebagai penyedia layanan helikopter untuk pertambangan, eksplorasi, pariwisata, Migas, charter VIP.
Saat ini SGI memiliki 11 armada dengan total 100 kru pesawat. “Pilot berasal dari kita sendiri maupun asing, dengan pengalaman minimal 1.500 jam terbang. Jika kurang dari itu, harus ada pendampingan. SGI memang ketat, sebab keselamatan adalah hal utama,” kata Krisna Dewi, Commercial Manager PT SGI saat ditemui Improvement di sela-sela WISCA 2026 di Bidakara, Jakarta, baru-baru ini.
Dari Silver ke Gold
Hari itu, SGI menerima penghargaan budaya keselamatan tingkat Gold (Pro Aktif) dari World Safety Organization (WSO) Indonesia. Sebelumnya, kata Krisna, penghargaan budaya keselamatan yang diterima SGI berada di tingkat Silver (Kalkulatif).
![]()
Peningkatan level budaya keselamatan sebagai hasil verifikasi yang dilakukan tim WSO Indonesia tersebut tidak diperoleh begitu saja. Ada perbaikan sistem manajemen keselamatan yang terus dilakukan SGI dalam beberapa tahun terakhir.
“Tahun ini merupakan tahun kedua SGI mengikuti WISCA. Kami pertama kali ikut ajang WISCA di tahun 2022. Saat itu SGI meraih Silver, dan saat ini meningkat menjadi Gold. Tentu ada perbaikan dalam safety management system yang dilakukan perusahaan,” kata Krisna.
Perbaikan dimaksud, terutama menyangkut komitmen manajemen. Perbaikan dan perubahan terkait safety, sangat massif dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.
“Dari top to down, kita komit dengan improvement terkait safety. Kita komit dengan safety management systems yang baru. Aspek safety harus menjadi tekad dan dilakukan di semua lini operasi, mulai dari manajemen puncak hingga level bawah,” katanya.
Beragam kegiatan kampanye dan sosialisasi semisal safety meeting, safety talk, begitu gencar dan massif dilakukan di semua tingkatan manajemen di SGI.

Dalam berbagai pertemuan itu, pihak manajemen memperkenalkan sistem manajemen safety yang baru ke seluruh tim.
Dengan sistem manajemen safety yang baru, katanya, manajemen menetapkan target bulanan. “Entah itu hazard report, near miss, dan sebagainya. Laporan-laporan terkait safety itu kita bahas dan evaluasi bersama, dengan target bahwa berbagai kejadian near miss itu tidak berubah menjadi accident,” Krisna menjelaskan.
Ia mengakui bahwa aspek safety memang berbanding lurus dengan cost. Namun tanpa dukungan penuh dari manajemen puncak dan komitmen yang kuat dari manajemen, safety hanya akan menjadi beban biaya semata. “Safety is not expensive, safety is priceless,” tegas Krisna.
Tentang PT SGI
PT Sayap Garuda Indah (SGI), atau yang lebih dikenal dengan nama Heli SGI/Air Bali, adalah perusahaan penyedia layanan aviasi helikopter terkemuka di Indonesia. Didirikan hampir 30 tahun lalu di Denpasar Bali, sebagai perusahaan aviasi yang berfokus pada bidang penyewaan pesawat helikopter untuk kepentingan bisnis.
Selama beroperasi, SGI merupakan satu dari sedikit perusahaan serupa di Indonesia dengan zero accident. Hal ini membuat Krisna Dewi bangga.
Sejak pertama kali didirikan, SGI sudah memililki standar keselamatan perbangan yang ketat. Perusahaan ini juga sudah mengantongi sertifikat BARS Gold yang diberikan Flight Safety Foundation (FSF) terkait Basic Aviation Risk Standard (BARS).
Gold merupakan tingkatan tertinggi dalam dunia keselamatan penerbangan. Hal ini membuktikan bahwa SGI adalah maskapai penerbangan dengan standar keselamatan yang sangat baik.
Pada 2020, SGI menerima penghargaan dari Helicopter Association International (HAI) yang berbasis di Amerika Serikat. Penghargaan ini terkait recognition terhadap safety standard yang diberlakukan di SGI.
![]()
“Info yang kami terima, SGI merupakan perusahaan pertama di luar Amerika Serikat yang menerima penghargaan ini dari HAI. Bagi HAI, hal ini menjadi signal yang memberi harapan bahwa keselamatan dunia penerbangan Indonesia bisa menjadi lebih baik,” kata Krisna.
Dengan 11 armada, 100 kru pesawat, dan total 140 karyawan, SGI melayani berbagai kebutuhan penerbangan khusus. Mulai dari operasional pertambangan, Migas, pariwisata, hinga evakuasi medis darurat.
Di pertambangan, Krisna mencotohkan, tiga armada SGI sudah delapan tahun melayani operasional PT Freeport Indonesia.
Terkait helikopter penyelamatan, Krisna mengisahkan bahwa dua armada SGI diterbangkan ke Sumatera guna melakukan operasi penyelamatan dalam bencana hidrometeorologi di Sumatera. “Bekerja sama dengan BNPB, kami menerbangkan dua unit helicopter ke Sumatera guna membantu operasi penyelamatan di sana,” pungkasnya. (Hasanuddin)



