
Sandry Pasambuna, Nakhoda Baru PT Sucofindo (Persero)
Sebelumnya, Sandry Pasambuna menjabat sebagai Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero) dan sebelumnya lagi Direktur Keselamatan dan Keamanan PT KAI.
JAKARTA, Improvement – Menjelang pergantian tahun, PT Superintending Company of Indonesia (Sucofindo) punya nakhoda baru. Ia adalah Ir Sandry Pasambuna, ST, MT, CRGP, yang menjadi nakhoda baru menggantikan Jobi Trinanda Hasjim.
Sebelumnya, putra Sulawesi Utara ini menjabat sebagai Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero). Jabatan itu diembannya selama sekitar 21 bulan (Maret 2024 – Desember 2025).
Sepeninggal Sandry, jabatan Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero) diamanahkan kepada Fajar Wibhiyadi.
Sandry Pasambuna merupakan anak ke-2 dari 4 bersaudara asal Bolaang Mongondow Raya (BMR), Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara. Â Ia merampungkan pendidikan S1 Teknik Sipil di Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado pada 1995.
Sandry yang pada 8 Agustus 2025 berusia 58 tahun ini memulai kariernya dengan bekerja di Bosowa Group. Di perusahaan milik HM Aksa Mahmud ini, Sandry bekerja selama 5 tahun (1995-2000) di Cement Plant Project.
Dari Pabrik Semen ke Minyak
Dari pabrik semen di Sulawesi Selatan, ia hijrah ke perusahaan minyak asing dengan bekerja di Total E&P Indonesie di Kalimantan Timur. Kala itu ia menjadi Construction Superintendent di beberapa proyek EPCI (Engineering, Procurement, Construction, and Installation).
Selama lima tahun bergabung di Total E&P Indonesie (2003-2008), ia memahami betul dunia perminyakan. Utamanya terkait perancangan, pengadaan material, pembangunan fisik, hingga pemasangan fasilitas agar siap beroperasi.
Di sini lah Sandry mulai berkenalan dengan aspek safety. Apalagi kala itu ia banyak bekerja di anjungan lepas pantai.
Berbekal pengalaman bekerja di industri hulu minyak, pada 2008 ia berlabuh di Exxonmobil Indonesia selama dua tahun (2008-2010). Ia ditempatkan di proyek Cepu (ExxonMobil Cepu Limited/EMCL) di Banyu Urip, Jawa Timur.
Selepas Exxonmobil, Sandry merapat ke Kodeco Energy, perusahaan migas asal Korea Selatan (2010-2011) dan ditempatkan di Blok West Madura (WMO). WMO kala itu merupakan kerja bareng antara Pertamina, Kodeco, dan CNOOC.
Seiring berakhirnya kontrak Pertamina dan Kodeco, pada 2011 Pertamina mengambl alih mayoritas saham dan menjadi operator utama. Kontrak Sandry dengan Kodeco Energy pun berakhir.
Setelah delapan tahun bekerja di industri hulu perminyakan milik perusahaan asing, pada 2011 Sandry melabuhkan jangkarnya di PT Pertamina (Persero). Kariernya semakin bersinar, dengan berbagai jabatan strategis yang diembannya selama hampir 10 tahun (2011-2020).
Di sela-sela tugasnya di dunia perminyakan, Sandry melanjutkan studi S2 Teknik Perminyakan di UPN Veteran Yogyakarta (2019). Sebelumnya, ia  terbang ke Belanda untuk memperdalam ilmu Kebijakan dan Manajemen Lingkungan (Environmental Policy & Management) di The Van Hall Instituut (2002).
Ia juga pernah terbang ke Negeri Sakura Jepang untuk mendalami ilmu Manajemen Keselamatan (Safety Management). Sandry juga tercatat sebagai profesional di bidang Risk Governance dengan meraih Certified Risk Governance Professional (CRGP) dari BNSP.
Pada 2023, Sandry terbang ke Swiss, Lausen untuk memperdalam ilmu di IMD Institute selama dua pekan terkait Driving Strategic Innovation. Kemudian pada 2025, ia juga ke SFO USA untuk memperdalam ilmu terkait Executive Program for Growing Companies di Stanford University.
Dari Minyak ke Transportasi
Ditengah pandemi Covid-19 yang baru saja berkecamuk di Indonesia, pada Mei 2020 Sandry mendapat amanah sebagai Direktur Komersial dan Bisnis di Perum Damri. Sandry benar-benar hijrah, dari dunia perminyakan ke dunia transportasi.
Tak pernah terbayangkan, tapi amanah itu harus dijalani. Setelah 22 bulan mengabdi di Damri, Sandry ditarik ke PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Usaha serta Direktur Keselamatan dan Keamanan.
Ia juga menjabat sebagai Komisaris di dua anak usaha PT KAI, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) dan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Setelah empat tahun di dunia transportasi, pada Maret 2024, Sandry kembali memasuki dunia baru; dunia survey. Pada Maret 2024, Menteri BUMN yang kala itu dijabat Erick Thohir mengangkat Sandry Pasambuna sebagai Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero).
Dan, di penghujung 2025 Sandry Pasambuna diangkat menjadi Direktur Utama PT Sucofindo (Persero). Sucofindo adalah perusahaan jasa survey pertama di Indonesia dengan layanan jasa inspeksi, pengujian, sertifikasi, pelatihan, dan konsultansi.
Sejak didirikan pada 22 Oktober 1956, Sucofindo telah memiliki 29 kantor cabang, 38 unit pelayanan, 65 laboratorim, dan 18 sites, yang tersebar di seluruh Indonesia.
Pada Desember 2021, Sucofindo bergabung dengan Holding BUMN Jasa Survei bernama IDSurvey. Selain Sucofindo, bergabung juga PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) dan PT Surveyor Indonesia (Persero). (Hasanuddin)



