Oil & GasQHSSESustainability

Ketika Keselamatan Sudah Menjadi DNA

Saat mengemudikan kendaraan di jalan raya, terjadi kegamangan ketika menjalani masa purna bhakti. Merenovasi rumah di kampung halaman pun, ia tetap menerapkan K3.

JAKARTA, Improvement – Dadang Yudiantara (61) kini tak lagi berurusan dengan rotating machine yang berada di kilang maupun non-kilang. Hari-harinya kini lebih banyak diisi dengan keluarga dan mengurus warga di sekitar kediamannya di kota Sukabumi, Jawa Barat.

Sejak Oktober 2024, ia didaulat menjadi Ketua Rukun Warga (RW) oleh warga RW 05, Kelurahan Gunung Parang, Kecamatan Cikole, Kotamadya Sukabumi. Sebagai Ketua RW tentu ia mesti mengurusi warga, sekaligus lingkungan pemukiman.

Hanya saja, ada yang berbeda dengan kepengurusan-kepengurusan sebelumnya. Di RW 05, Dadang membenamkan aspek keselamatan (safety) dalam berbagai kegiatan. Apapun bentuk dan jenisnya.

Dalam perbaikan saluran air (drainase), misalnya, Dadang meminta para pekerja menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti helm keselamatan dan sarung tangan. Pun demikian ketika melakukan pengecekan drainase, Dadang selalu hadir dengan APD seperti helm keselamatan, sepatu booth, dan jaket.

Ketika dilakukan perbaikan tangga mushola, Dadang meminta pekerja agar dibuatkan bordes pada tangga yang sedang diperbaiki. “Hal ini selain untuk jeda saat naik tangga, juga ditujukan guna meminimalisir bahkan menghilangkan risiko terjadinya kecelakaan seperti terpeleset saat naik dan turun,” katanya kepada Improvement melalui sambungan telepon, Jumat (30/10/2026).

Keselamatan Sudah Menjadi DNA

Keselamatan sudah melekat pada diri Dadang Yudiantara. Maklum, selama 26 tahun Dadang bekerja di PT Badak LNG, sebuah perusahaan Migas yang sudah menjadikan keselamatan kerja sebagai budaya.

Kakek dua cucu ini berkisah, ia mulai bergabung di Badak LNG pada 1 Februari 1994. Sejak pertama kali bergabung, ia sudah diperkenalkan dengan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Badak, katanya, merupakan perusahaan Migas yang memiliki tingkat risiko tinggi (high risk level).

“Jadi, aspek keselamatan kerja menjadi prioritas utama di Badak. Dari dulu, hingga sekarang ini,” katanya.

Dadang Yudiantara saat menjadi pekerja Seksi Machinery and Heavy Equipment (MHE) di PT Badak LNG. (Foto: Dok pribadi)

Tak seperti banyak perusahaan lain yang acap menempatkan aspek K3 sebagai urusan petugas divisi atau departemen K3 semata, di Badak LNG, K3 justru menjadi urusan dan tanggung jawab semua pekerja mulai dari pucuk pimpinan hingga level terbawah. Keselamatan kerja telah menjadi budaya di Badak LNG.

Baik di tempat kerja, kilang, maupun jalanan, keselamatan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam setiap denyut nadi perusahaan. Di jalanan, para insan Badak, begitu mematahui berbagai rambu lalu lintas yang berada di kawasan Badak.

Saat berkesempatan menyambangi Badak LNG di Bontang, Kalimantan Timur, pada 2021 silam, Improvement menyaksikan sendiri bagaimana warga Badak berkendara.

Mereka amat mematuhi rambu-rambu lalu-lintas yang terpasang di sepanjang jalan. Mereka bahkan tak ada yang memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi meski jalanan dalam kondisi sepi. Maksimal 40 km/jam. Dan itu, tak ada yang melanggar.

Kaget Saat Berkendara

Dadang sudah terbiasa dengan aturan-aturan keselamatan berkendara. Kebiasaan itu ia bawa ketika memasuki masa purna bhakti pada 2020, hingga sekarang ini.

“Awalnya saya juga kaget, karena tidak terbiasa. Begitu pensiun dan pulang kampung ke Sukabumi, cara berkendara masyarakat kok berbeda,” kisah Dadang.

Perbedaan mencolok bukan hanya soal kecepatan. Tetapi juga soal ketertiban berlalu lintas dan kelengkapan kendaraan. Ia menilai, cara berkendara masyarakat sangat tidak beraturan.

“Sepeda motor naik trotoar, angkot belok dan berhenti seenaknya, lampu merah diterobos, berkendara lawan arah, dan sebagainya. Pokoknya dalam perjalanan, ada saja pengendara yang tak menaati aturan. Mulanya kaget, tapi setelah enam tahun menjalani masa purna bhakti, saya sudah menjadi terbiasa dengan pemandangan berlalu-lintas seperti itu,” katanya seraya terbahak.

Dadang tetap Dadang. Ia tak mau ikut dalam ketidakberaturan dalam berlalu lintas. Ia tetap memacu kendaraannya tak lebih dari 40 km/jam jika di jalanan kota. Namun di jalan tol, ia tetap memacu kendaraannya sesuai aturan yang berlaku di jalan tol.

“Jika kita melanggar aturan dalam berkendara, konsekuensinya celaka. Melanggar aturan berarti mengundang celaka. Itu saja pemikiran sederhananya,” ucap pria yang kini akrab disapa Pak RW ini.

Renovasi Rumah

Saat Memasuki Masa Pensiun (MPP) pada 2019, Dadang sudah berancang-ancang ke mana ia akan melangkah. Tujuannya, pulang kampung ke kota Sukabumi, Jawa Barat. Begitu purna bhakti pada 2020, ia melakukan renovasi atas rumah peninggalan mendiang orangtuanya di Gg Ajid 1.

Bangunan lama itu ia renovasi menjadi dua tingkat. Renovasi rumah adalah hal biasa. Yang tidak biasa adalah ketika Dadang menerapkan aspek K3 dalam pekerjaan renovasi rumah itu.

Ia membeli peralatan keselamatan bagi para pekerja. Mulai dari helm keselamatan, sarung tangan, hingga boddy harness yang khusus digunakan bagi pekerja yang bekerja di ketinggian. Ia juga khusus menyewa scaffolding untuk membangun lantai dua rumahnya.

Tindakan Dadang itu membuat kontraktor heran. “Baru kali ini membangun rumah pribadi menggunakan scaffolding dan para pekerja menggunakan APD,” kata Dadang menirukan kembali ucapan kontraktor.

Bagi Dadang, kecelakaan bukan lah takdir. “Ia bisa dicegah. Paling tidak diminimalisir dampaknya. Kita tidak akan pernah tahu kapan dan di mana kecelakaan akan terjadi serta menimpa siapa,” ucapnya.

Keselamatan bagi Dadang adalah suatu keharusan. Sebab, keselamatan adalah naluri semua makhluk hidup, termasuk manusia. “Namun, jika ingin selamat maka ikuti aturan keselamatan dan kesehatan yang ada dan berlaku,” kata Dadang mengimbau masyarakat.

Lebih 136 Juta Jam Kerja Aman

Dalam jagat keselamatan (safety) kerja, PT Badak LNG adalah benchmarking terbaik di Indonesia. Kinerjanya dalam operasional kilang LNG sudah diakui secara luas, baik nasional maupun internasional.

Sejak Desember 2006 hingga Maret 2026, PT Badak LNG membukukan jam kerja aman (safe man hours) tanpa kehilangan jam kerja (Lost Time Injury) mencapai lebih dari 136 juta. Sebuah pencapaian amat luar biasa, yang belum pernah diraih perusahaan manapun di negeri ini.

Di bidang lingkungan, PT Badak LNG menyabet Proper Emas sebanyak 15 kali berturut-turut dari Kementerian Lingkungan Hidup, sejak 2011 hingga 2026.

Dua pencapaian itu membuktikan bahwa Badak LNG merupakan perusahaan yang konsisten dalam upaya melindungi pekerja dari berbagai potensi bahaya di tempat kerja dan lingkungan.

Capaian-capaian tersebut juga menjadi  bukti nyata bahwa Badak LNG terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan industri LNG berkelanjutan yang ramah lingkungan. Juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Dalam hal safety secara internasional, Badak LNG juga telah mencapai level 8 dalam sistem pemeringkatan keselamatan (International Safety Rating Systems/ISRS).

Level ini menandakan bahwa Badak LNG telah mencapai budaya keselamatan yang sangat baik dan matang. Prosedur keselamatan kerja sudah dipahami dan dijalankan dengan baik di seluruh lini perusahaan.

Agen Perubahan

Dadang Yudiantara merupakan satu dari sekian banyak pekerja di Badak LNG, yang kini sudah memasuki masa purna bhakti.

Pekerja bagian Seksi Machinery and Heavy Equipment (MHE) ini memang sudah tak lagi berurusan dengan mesin rotasi yang terdapat di kilang, sebagaimana pernah ia lakukan selama  tahunan di Badak LNG. Tetapi, keselamatan sudah mendarah-daging pada dirinya. Keselamatan sudah menjadi DNA.

Pekerja sudah mengenakan APD ketika melakukan pekerjaan perbaikan saluran air di lingkungan RW 05, Kelurahan Gunung Parang, Kecamatan Cikole, Kotamadya Sukabumi, Jawa Barat. (Foto: Dok pribadi)

Budaya keselamatan yang ia reguk selama 26 tahun di Badak LNG, kini ia tularkan kepada masyarakat melalui perannya sebagai Ketua RW. Dari pekerja MHE di Badak LNG, Dadang Yudiantara kini telah menjadi agen perubahan (agent of change) keselamatan di masyarakat. (Hasanuddin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button