
Diduga Kelelahan Mengerjakan Skripsi, Mahasiswi UIN Meninggal
Saat ditemukan temannya, badan korban sudah dingin, tak bernapas, dan tak ada lagi denyut nadi. Peristiwa serupa pernah terjadi pada 2019 silam.
JAWA TIMUR, Improvement – Seorang mahasiswi ditemukan meninggal di dalam kamar kos di Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Korban adalah mahasiswi tingkat akhir (Semester 8) Program Studi Pariwisata Syariah di UIN Sayyid Ali Rahmatullah, Tulungagung. Diduga korban mengalami sakit jantung.
Kapolsek Kedungwaru AKP Karnoto mengatakan korban berinisial Y (25), warga Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Laporan diterima petugas pada Sabtu (27/6/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.
“Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Kedungwaru bersama Tim Inafis, piket fungsi, dan personel Samapta Polres Tulungagung langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP,” ujar Karnoto, Selasa (29/6/2026), sebagaimana dilansir dari kumparan.
Ia menjelaskan, pada Jumat (26/6/2026), korban bersama dua rekannya mengerjakan skripsi di kamar kos hingga begadang. Malam itu ia ditemani seorang temannya yang juga tengah mengerjakan skripsi.
Saat terbangun untuk menunaikan ibadah salat Subuh, ia melihat korban tengah tidur. Usai melaksanakan salat, ia pun pulang.
“Kemudian sekitar pukul 10.00 WIB (hari Sabtu), saksi kembali ke kamar kos korban untuk melanjutkan pengerjaan skripsi. Saat itu korban ditemukan dalam posisi telentang dan tidak memberikan respons. Setelah diperiksa, tubuh korban sudah dalam keadaan dingin dan tidak bernapas,” jelas Karnoto.
Saksi kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada penghuni kos lainnya, pemilik kos, serta menghubungi ibu korban. Jenazah selanjutnya dievakuasi ke RSUD dr. Iskak Tulungagung.
“Hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban,” kata Karnoto.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung. Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan tindakan hukum lebih lanjut.
“Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di rumah duka,” kata Karnoto.
Kasus Serupa
Kasus serupa pernah terjadi pada 2019 silam. Jehuda Christ Wahyu meninggal dunia pada Minggu (24/11/2019) imbas dari mengerjakan skripsi yang ia kebut selama seminggu penuh.
Berbeda dengan Y, Jehuda sempat menjalani sidang skripsi dan dinyatakan lulus. Namun ia tak sempat menjalani wisuda lantaran harus bolak-balik ke rumah sakit.
Kisahnya ia bagikan melalui akun Twitternya pada 25 Oktober 2019. Ia mengisahkan, kala itu ia harus ngebut mengerjakan skripsi untuk mengejar jadwal sidang. Ia mengaku begadang selama tujuh hari berturut-turut.
“Ceritanya dimulai dari gue ngerjain skripsi sampe mau mati, 7 hari berturut-turut, malem ga tidur, siangnya tidur. Sampe ujung-ujungnya sidang (13 Sept) gue dinyatakan lulus. Puji Tuhan,“ tulis Jehuda.
Usai menjalani sidang, ia mengaku badannya merasa tidak enak. Makan pun tak selera. Semula ia menduga terkena tipes. Tapi pemeriksaan dokter di rumah sakit, negatif. Begitu pula dengan ginjal, jantung, dan paru-parunya. Semuanya baik-baik saja.
Setelah dicek ke sana kemari, dirinya kembali menjadi sehat. Meski begitu, Jehuda sempat cek penyakitnya kembali ke rumah sakit dan dokter pun mengatakan ia terkena anemia, namun juga ada infeksi kronis yang dokter pun tidak tahu.
Mengetahui ada sesuatu yang salah dengan darahnya, Jehuda membatalkan wisuda bareng teman-temannya. Hal itu sempat ia sesalkan. Dirinya pun kembali mencoba melakukan perawatan. Jehuda juga sempat membuat thread untuk para mahasiswa yang tengah menempuh skripsi.
“Jaga kesehatan semuanya. Aku menyesal kenapa bisa sakit, ya emang ga tau sih sakit apa,” tulisnya.
Pada November 2019, kondisi kesehatannya merosot. Setelah sempat muntah-muntah, Jehuda dilarikan ke ICU dan kemudian dilakukan CT-Scan yang menyatakan ia menderita penyakit meningtis dan juga tumor otak. Tindakan operasi pun dilakukan dan berjalan lancar, namun dirinya tidak sadar.
“Dan pada Hari Minggu (24/11/2019, red) dinyatakan meninggal,” ungkap sang kakak, Eunike mengabarkan kematian Jehuda setelah tidak sadar seusai dilakukan tindakan operasi mengangkat tumor di bagian otaknya. (berbagai sumber/Hasanuddin)



