
WSO Indonesia Akan Menggelar WISCA 2026, Ini Persyaratannya
Pendaftaran sudah dibuka sejak 1 Januari hingga 20 Februari 2026. Setelah dilakukan verifikasi dokumen dan verifikasi lapangan, pengumuman akan dilakukan pada 30 April 2026.
JAKARTA, Improvement – Kasus kecelakaan kerja yang terjadi di Indonesia masih tinggi. Angka kejadiannya cenderung terus meningkat dari tahun ke tahun.
Berdasarkan data BPJS Ketenaakerjaan, dalam tiga tahun terkahir, kasus kecelakaan kerja di Indonesia memperlihatkan eskalasi peningkatan luar biasa.
Pada 2022, terjadi 297.725 kasus, yang meningkat menjadi 370.747 kasus pada 2023. Lalu, melesat ke angka 462.241 kejadian pada 2024.
Angka kecelakaan dibarengi dengan semakin tingginya kematian akibat kecelakaan kerja. Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, pada 2022 kecelakaan kerja mengakibatkan 103.349 pekerja meninggal akibat kecelakaan kerja atau rerata 11,7 pekerja meninggal/jam.
Angka ini meningkat pada 2023 menjadi 152.246 pekerja meninggal akibat kecelakaan kerja atau rerata 17,3 pekerja meninggal/jam. Lalu, melesat ke angka 178.381 atau rerata 20,3 pekerja meninggal/jam akibat kecelakaan kerja.
“Fakta ini menunjukkan bahwa kita dihadapkan pada tantangan serius. Antara lain rendahnya perilaku selamat dan pengelolaan risiko yang sepenuhnya belum sistematis dan terintegrasi. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa budaya K3 belum sepenuhnya mengakar secara kuat di lingkungan kerja,” kata Chairman World Safety Organization (WSO) Indonesia, Soehatman Ramli.
Perkuat Budaya K3
WSO Indonesia memandang perlu untuk mendorong perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam membangun budaya K3 di perusahaan masing-masing. Karena itu, sejak 2020, WSO Indonesia rutin menggelar WISCA (WSO Indonesia Safety Culture Award).
“WISCA bukan perlombaan. Tetapi merupakan bentuk apresiasi terhadap perusahaan-perusahaan yang telah menerapkan aspek K3 dengan baik dan telah menjadikan K3 sebagai budaya di perusahaan,” kata Soehatman Ramli.

WISCA merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun dan memperkuat budaya K3 di Indonesia.
Lewat WISCA, WSO Indonesia berupaya mendorong kalangan industri di Indonesia untuk terus meningkatkan kematangan budaya K3 di perusahaannya masing-masing.
Kematangan budaya K3 adalah tingkat kedewasaan suatu organisasi dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip K3 dalam seluruh aspek operasi dan budaya perusahaan. Terdiri lima tingkatan. Yaitu Patologis (1), Reaktif (2), Kalkulatif (3), Proaktif (4), dan Generatif (5).
“Semakin tinggi tingkatan kematangan budaya yang dicapai, semakin bagus tingkat penerapan K3 di perusahaan. Kasus kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja juga menjadi sangat rendah,” kata Soehatman.
Sejak dihelat pertama kali, tercatat 124 perusahaan dari berbagai sektor industri di Indonesia yang telah menjalankan budaya keselamatan.
Meliputi Migas (36), konstruksi dan properti (28), transportasi, logistik, dan pariwisata (18), pendidikan, pemerintahan, dan organisasi (13). Lalu, pertambangan minerba (11), manufaktur dan food and beverage (8), petrokimia (5), energi (3), dan keamanan (1).
WSO Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan budaya K3 di Indonesia melalui pengembangan kapasitas SDM, penguatan SMK3, serta kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.
“Penyelenggaraan WISCA merupakan wujud nyata sinergi dan kolaborasi antara WSO dengan para pemangku kepentingan dalam mendukung program pemerintah untuk membudayakan K3. Sekaligus mendorong peningkatan produktivitas dan daya saing nasional. Kami meyakini bahwa budaya K3 yang kuat adalah fondasi utama dalam mewujudkan World Class Safety Performance,” Soehatman menegaskan.
WISCA 2026
WISCA 2026 diselenggarakan melalui serangkaian tahapan. Dimulai dari pendaftaran (1 Januari-20 Februari 2026), pengumpulan berkas (1 Januari-28 Februari), dan Verifikasi (1 Maret-10 April). Pengumuman akan dilakukan pada 30 April dan perayaan pada 8 Mei 2026.
Seperti halnya WISCA sebelumnya, ada tiga kategori yaitu Silver untuk perusahaan yang telah mencapai kematangan budaya K3 tingkat Kalkulatif. Lalu, Gold (Proaktif), dan Platinum (Generatif).
Persyaratannya, perusahaan telah menjalankan program budaya K3 dan telah mencapai nilai kematangan budaya K3 sekurangnya tingkat 3 (Kalkulatif). Selain, tentu, membayar biaya pendaftaran.
Selain WISCA, WSO Indonesia juga akan memberikan penghargaan kepada mereka yang selama ini dinilai telah aktif dan peduli di bidang keselamatan. Baik korporat, lembaga pendidikan, tim, maupun individual.
Ada 14 kategori penghargaan yang diberikan. Yaitu Concerned Company, Concerned CEO-Top Leadership, Concerned Professionnal, Concerned Organization, Concerned ESG, Concerned Citizen, Concerned Education, Concerned CSR OSH.
Lalu, Top Innovation, Top Journalism & Media, Top Perform Zero Accident, Top ERT, Top Mitigation Simulation & Investigation, dan Safety Influencer. (Hasanuddin)


