
Puing-puing Pesawat ATR 400 Ditemukan di Gunung Bulusaraung
Puing-puing pesawat ditemukan berserakan oleh pendaki. Diduga kuat, merupakan serpihan pesawat ATR 400 milik IAT yang dilaporkan hilang sejak Sabtu (17/1/2026).
MAKASSAR, Improvement – Sejumlah puing ditemukan seorang pendaki di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Puing-puing itu diduga kuat merupakan serpihan pesawat ATR 400 yang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026).
Puing-puing itu ditemukan di bagian puncak gunung. Temuan ini langsung ditindaklanjuti.
Tim SAR langsung bergerak ke lokasi setelah mendapat laporan penemuan puing pesawat dalam bentuk foto-foto dan video.
Kepala Operasi dan Siaga Basarnas Makassar Andi Sultan mengatakan tim saat ini tengah memantau lokasi melalui helikopter sebelum bergerak langsung ke titik temuan.
“Saat ini kami memantau melalui helikopter karena ada laporan mengenai penemuan serpihan atau puing besar di sebelah utara dari puncak Gunung Bulusaraung,” kata Andi Sultan kepada Tempo, Minggu (18/1/2026).
Menurut Andi, informasi mengenai titik penemuan diperoleh langsung dari kru tim udara. Tim SAR kemudian bergerak menuju puncak gunung untuk menindaklanjuti dugaan puing-puing tersebut.
“Informasi mengenai titik penemuan itu dari kru tim udara. Jadi, tim SAR sekarang sedang bergerak menuju ke arah puncak gunung tersebut,” katanya.
Puing-puing
Saat dikonfirmasi mengenai video dan foto yang beredar terkait dugaan puing pesawat di kawasan Puncak Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Sabtu, 17 Januari 2026. Andi juga membenarkan dugaan tersebut. “Iya,” kata dia.
Dalam video dan foto yang beredar, terlihat panel-panel besar berwarna abu-abu gelap kehitaman yang diduga bagian lantai atau dinding interior pesawat.
![]()
Salah satu panel menampilkan stiker berwarna emas bertuliskan “FWD” beserta tanda panah petunjuk arah.
Beberapa dokumen kertas, termasuk lembaran berjudul “Procedures–Normal Operation” dari Flight Crew Operating Manual (FCOM) IAT untuk ATR, juga terlihat berserakan dan kotor.
Beberapa warga dan pendaki yang muncul dalam video tampak memeriksa puing-puing di medan berbatu dan berkerikil. Kabut tebal tampak menyelimuti sehingga jarak pandang menjadi terbatas. Vegetasi berupa rumput gunung dan semak belukar menutupi sebagian area.
Dalam salah satu video terlihat papan penanda bertuliskan “Puncak Bulusaraung 1.353 mdpl”. Foto-foto lainnya menampilkan label manufaktur Hexcel Composites – Fibrelam pada panel, dengan kode part, tanggal produksi, dan spesifikasi yang menunjukkan asal komponen dari Duxford-Cambridge, Inggris.
Struktur honeycomb di bagian dalam panel terlihat jelas, yang merupakan ciri khas material komposit pesawat modern.
Satu foto menampilkan emblem bordir lambang Garuda Pancasila, kemungkinan milik penumpang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
![]()
Disewa Kementerian KKP
Sebelumnya diwartakan, pesawat ATR 42-500 PK-THT milik Indonesia Air Transport dengan AOC 034 dilaporkan hilang kontak di wilayah Leang-leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, sekitar pukul 13.17 Wita. Informasi tersebut diterima Basarnas Makassar.
Pesawat diketahui bertolak dari Yogyakarta menuju Makassar. Berdasarkan laporan awal, di dalam pesawat terdapat 10 orang yang terdiri atas tujuh kru dan tiga penumpang, dengan pilot in command Capt Andy Dahananto.
Pesawat tersebut tengah disewa pihak Kementerian KKP guna kepentingan tugas.
Berikut daftar nama penumpang pesawat:
Kru Pesawat : Capt Andy Dahananto Sic. Fo.Yudha Mahardika, Foo.Hariadi, Eob.Franky D Tanamal, Eob. Junaidi, Fa.Florencia Lolita dan Fa.Esther Aprilita S.
Sedangkan nama tiga penumpang yang merupakan karyawan Kementerian KKP adalah MR Deden, MR Ferry, dan MR Yoga. (Hasanuddin)


