
Polri Segera Gelar Operasi Keselamatan 2026
Operasi kendaraan besar-besaran akan digelar awal Februari selama dua pekan, bertajuk Operasi Keselamatan 2026. Targetnya: pengguna jalan, balap liar, bus dan travel.
JAKARTA, Improvement – Kasus kecelakaan lalu lintas selalu mewarnai musim mudik lebaran setiap tahunnya. Meski secara kuantitas mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir, toh nyawa manusia terus melayang sia-sia di jalanan.
Jumlahnya juga masih ratusan. Persisnya 223 jiwa pada 2025, 334 jiwa pada 2024, dan 189 jiwa pada 2023.
Momen bersilaturahmi dengan keluarga di kampung untuk merayakan Lebaran, berubah menjadi petaka dan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Guna menekan angka kecelakaan di jalan, utamanya saat musim mudik Lebaran, Polri segera menggelar operasi kendaraan secara besar-besaran.
Operasi akan berlangsung selama dua pekan dan bertajuk Operasi Keselamatan 2026.
Kegiatan ini dirancang untuk menekan angka kecelakaan sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh pengguna jalan.
Operasi Keselamatan 2026 dijadwalkan akan dimulai pada awal Februari. Melalui kegiatan ini, Korlantas Polri mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin dan patuh terhadap aturan lalu lintas demi keselamatan. Hal ini juga sebagai bagian dari persiapan menghadapi lonjakan mobilitas saat mudik Lebaran.
Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, keselamatan menjadi prioritas utama dalam operasi tersebut.

“Operasi Keselamatan 2026 menempatkan keselamatan pengguna jalan sebagai prioritas utama. Fokus perhatian kita arahkan kepada pengguna jalan yang paling rentan, khususnya pejalan kaki dan pengendara roda dua,” kata Irjen Pol Agus dalam keterangan resminya sebagaimana dilansir dari laman gridoto.id.
Selain keselamatan, Korlantas Polri juga menaruh perhatian pada potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di jalan raya.
Salah satu sasaran utama penindakan adalah praktik balap liar yang kerap muncul dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Kelaikan Bus dan Travel
“Operasi ini menitikberatkan pada penertiban balap liar yang membahayakan keselamatan umum. Selain itu, kami juga melakukan pemeriksaan ketat terhadap kendaraan angkutan bus dan travel melalui titik-titik check point,” ucap Agus.
Pada titik-titik check point tersebut, petugas akan melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ram check. Termasuk memastikan kondisi fisik dan kesiapan pengemudi.
Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan sebelum memasuki periode puncak arus mudik Lebaran 2026.
Dalam mendukung efektivitas pengamanan, Korlantas Polri juga mengoptimalkan sistem penegakan hukum berbasis teknologi digital.
Penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) serta ETLE Drone Patrol Presisi digunakan untuk memastikan proses penindakan berjalan transparan, objektif dan profesional.
“Penindakan dilakukan berbasis teknologi dan data, sehingga objektif, akuntabel, dan minim interaksi,” terang Agus.
“Dengan dukungan ETLE Drone, pengawasan kita kini semakin presisi, luas, dan responsif. Ini adalah wujud transformasi Polri menuju pelayanan yang modern,” ujarnya. (Hasanuddin)


