
Mudik Lebaran 2026, Jasa Marga Beri Diskon 30% Tarif Jalan Tol
Diskon tarif hanya berlaku selama empat hari, H-6 dan H-5 serta H+5 dan H+6, dan hanya berlaku bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus (barrier gate to barrier gate).
JAKARTA, Improvement – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi pergerakan masyarakat selama angkutan Lebaran 2026 mencapai 143,91 juta orang (50,6 persen penduduk).
Pergerakan terbesar pemudik berasal dari Jawa Barat dengan 30,97 juta orang, Jakarta 19,93 juta orang, dan Jawa Timur 17,12 juta orang. Sementara dari sisi tujuan, terbanyak mengarah ke Jawa Tengah 38,71 juta orang, Jatim 27,29 juta orang, dan Jabar 25,09 juta orang.
Kemacetan lalu lintas akibat penumpukan kendaraan, menjadi pemandangan yang lumrah di setiap musim mudik lebaran setiap tahunnya. Meski kesal, para pemudik tetap menjalani rutinitas tahunan tersebut.
Nah, guna mengurai penumpukan kendaraan pada mudik Lebaran 2026, PJ Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) punya solusi jitu.
Perusahaan pengelola jalan bebas hambatan tersebut menebar diskon tarif tol sebesar 30% untuk menyambut periode mudik dan balik Lebaran 2026. Potongan tarif ini berlaku selama empat hari di sembilan ruas jalan tol yang dikelola oleh Jasa Marga Group.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa potongan harga ini berlaku untuk arus mudik pada 15–16 Maret 2026 (H-6 dan H-5) serta arus balik pada 26–27 Maret 2026 (H+5 dan H+6).
Kebijakan ini bertujuan untuk mendistribusikan lalu lintas agar tidak menumpuk pada puncak arus mudik yang diprediksi jatuh pada 18 Maret 2026.
“Kebijakan ini merupakan bentuk komitmen Perseroan dalam meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan sekaligus wujud kepedulian terhadap masyarakat yang sejalan dengan penerapan prinsip ESG (Environment, Social, Governance). Pemberian diskon tarif tol pada periode Lebaran 2026 diharapkan dapat mendorong pengguna jalan untuk melakukan perjalanan lebih awal sehingga distribusi lalu lintas dapat lebih terjaga dan merata,” ujar Rivan dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026).
9 Ruas Tol
Sembilan ruas tol yang mendapatkan diskon ini tersebar di wilayah Trans Jawa, Trans Sumatra, dan wilayah Bandung-Cisumdawu. Di Trans Jawa, diskon berlaku pada Tol Jakarta-Cikampek, Jalan Layang MBZ, Tol Palimanan-Kanci, Tol Batang-Semarang, dan Tol Semarang Seksi ABC.
Sementara di Trans Sumatra, potongan berlaku untuk Tol Belmera dan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT). Untuk wilayah Jawa Barat, diskon mencakup Tol Cipularang, Padaleunyi, dan integrasi dengan Tol Cisumdawu.
Rivan menekankan bahwa insentif ini merujuk pada hasil survei Kementerian Perhubungan. Hasil survei itu menyebutkan 48% responden bersedia mengubah waktu perjalanan jika ada stimulus berupa diskon tarif tol.
“Dengan adanya perubahan pola perjalanan tersebut, Jasa Marga dapat mengoptimalkan kapasitas jalan tol sehingga distribusi lalu lintas menjadi lebih merata,” tambahnya.
Simulasi Harga
Sebagai simulasi, tarif perjalanan menerus dari GT Cikampek Utama menuju GT Kalikangkung untuk Golongan I yang semula Rp446.500 turun menjadi Rp312.550 (diskon Rp133.950). Untuk arus balik dari GT Kalikangkung ke GT Cikampek Utama, tarif Golongan I turun dari Rp467.500 menjadi Rp327.250.
Di wilayah Bandung-Cisumdawu, perjalanan dari GT Kalihurip Utama ke GT Cisumdawu Utama untuk Golongan I didiskon dari Rp134.000 menjadi Rp93.800. Sedangkan untuk Trans Sumatra, tarif Pangkalan Brandan-Kisaran turun dari Rp263.500 menjadi Rp224.200.
Perlu dicatat, diskon ini hanya berlaku bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus (barrier gate to barrier gate). Syaratnya, pengguna wajib menggunakan satu kartu uang elektronik yang sama untuk proses tap in dan tap out dengan saldo yang mencukupi.
“Data asal perjalanan dan golongan kendaraan harus terbaca dengan baik di sistem transaksi tol. Potongan tarif tidak berlaku apabila transaksi dengan saldo uang elektronik tidak mencukupi atau tidak terbaca asal dan golongan kendaraan,” tegas Rivan.
Jasa Marga juga mengimbau pemudik untuk memantau kondisi lalu lintas terkini melalui aplikasi Travoy. Perseroan berkomitmen memastikan seluruh Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol tetap terjaga secara optimal selama masa angkutan Lebaran 2026. (Hasanuddin)



