ESGNewsSustainability

Korban Meninggal Bencana Sumatera Tembus 1.053 Jiwa

Korban meninggal terbanyak ditemukan di Aceh, 449 jiwa. Selanjutnya Sumatera Utara (360 jiwa) dan Sumatera Barat (244 jiwa). Sementara 200 jiwa lainnya masih dinyatakan hilang.

JAKARTA, Improvement – Dampak banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi di Pulau Sumatera, begitu merusak dan mematikan.

Hingga Rabu (17/12/2025), korban meninggal dunia terdata di 1.053 jiwa. Angkanya akan terus naik mengingat hingga hari ini 200 orang masih dilaporkan hilang.

Sementara korban luka terdata di angka 7.000 orang. Inilah bencana paling mematikan sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Provinsi Aceh menjadi daerah dengan jumlah korban paling tinggi. Hingga Rabu (17/12/2025),  tercatat 449 orang meninggal dunia, 31 orang hilang, dan 571.201 warga mengungsi akibat banjir bandang dan longsor.

Masih banyaknya pengungsi  mengindikasikan bahwa sejak bencana melanda Aceh pada Rabu (26/11/2025), penanganan belum seoptimal di dua provinsi lainnya.

Di Sumatera Utara, BNPB mencatat 360 orang meninggal dunia, 79 orang hilang, dan 21.579 warga mengungsi. Sedangkan di Sumatera Barat, bencana menyebabkan 244 orang meninggal dunia, 90 orang hilang, dan 13.260 warga mengungsi.

Banjir bandang nyaris menenggelamkan seluruh wilayah di tiga provinsi tersebut. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Rabu  (17/12/2025), terdapat 52 kabupaten/kota yang terdampak.

Di Aceh, dari 23 kabupaten/kota, sebanyak 18 kabupaten terdampak banjir bandang dan tanah longsor atau sekitar 78,2 persen. Di Sumatera Utara, dari 33 kabupaten/kota, area terdampak sebanyak 18 kabupaten dan kota atau 54,5 persen. Terbesar di Sumatera Barat. Di sini dari 19 kabupaten/kota, ada 16 wilayah terdampak atau 84,2 persen.

Bencana dahsyat itu juga merusak  146.758  rumah warga, 1.600 fasilitas umum, 967 fasilitas pendidikan, 434 rumah ibadah, 290 gedung/kantor, 219 fasilitas kesehatan, dan memutus 145 jembatan.

Operasi Kemanusiaan

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyatakan seluruh sumber daya nasional terus dikerahkan untuk mempercepat pencarian korban, distribusi logistik, serta pemulihan akses wilayah terdampak.

“Operasi kemanusiaan masih berlangsung secara intensif di tiga provinsi utama terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” kata Suharyanto sebagaimana dilansir dari laman mimbarsumbar.id, Rabu (17/12/2025).

Suharyanto menegaskan bahwa seluruh operasi penanganan bencana masih akan terus diperkuat. Baik dari sisi pencarian korban, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, maupun pemulihan infrastruktur.

“Prioritas utama kami adalah keselamatan masyarakat dan percepatan akses agar bantuan dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak,” ujarnya.

BNPB juga mengerahkan dukungan operasi modifikasi cuaca, alutsista udara, laut, dan darat untuk menekan potensi bencana susulan, sekaligus mempercepat pemulihan di Sumatera. (Hasanuddin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button