QHSSESustainability

HOP, Ketika Kesalahan Jadi Peluang untuk Tingkatkan Kinerja Keselamatan

Kesalahan adalah bagian alami manusia. Pekerja terbaik pun bisa melakukan kesalahan.

JAKARTA, Improvement – Manusia bukan makhluk sempurna. Kesempurnaan hanya milik Sang Khalik. Manusia justru gudangnya salah. Namun dalam hidup dan aktivitas keseharian, kita malah acap mengingkarinya.

Kita lebih doyan melempar telunjuk ketika terjadi suatu kesalahan. Terlebih dalam konteks berorganisasi dan bekerja. Budaya menyalahkan (blaming culture) sudah lama menjadi bagian hidup dari manusia, apapun warna kulit, kebangsaan, serta gendernya.

Blaming culture justru akan menghambat produktivitas. Orang cenderung akan takut menjadi pihak yang disalahkan ketika hendak melakukan sesuatu atau inovasi.

Dalam studi-studi terkini, kesalahan justru harus dipahami sebagai bagian alami dari manusia. Kesalahan harus menjadi simpul penting untuk memahami cara kerja karyawan agar ada perbaikan untuk lebih meningkatkan kinerja. Dalam konteks berorganisasi, kesalahan justru harus menjadi peluang untuk mendorong pertumbuhan dan peningkatan.

Studi itu bernama Human and Organizational Performance (HOP). Dilansir dari laman National Association of Safety Professionals (NASP), naspweb.com, HOP adalah kerangka kerja organisasi yang digunakan untuk memahami dan meningkatkan cara kerja karyawan di lingkungan berisiko tinggi.

HOP dianggap sebagai pendekatan sains untuk meningkatkan kondisi kerja dengan mengakui bahwa kesalahan manusia tidak dapat dihindari. Tetapi melihatnya sebagai peluang untuk mendorong pertumbuhan dan peningkatan.

Pola pikir ini merupakan aspek penting dari kinerja keselamatan karena mengakui perilaku manusia dan hubungannya dengan cara kerja organisasi. Pada   gilirannya dapat membantu membangun ketahanan dan mengantisipasi risiko dengan lebih baik.

Prinsip Utama

HOP mengadvokasi kinerka keselamatan, pendekatan komprehensif yang berfokus pada pemahaman perilaku manusia untuk menciptakan lingkungan yang berdedikasi pada peningkatan juga ditonjolkan.

HOP menekankan prinsip-prinsip utama untuk membantu meningkatkan kinerja, yaitu:

Kesalahan adalah hal yang wajar. Komponen inti HOP adalah mengakui bahwa semua manusia, bahkan pekerja dengan kinerja terbaik, tidak kebal terhadap kesalahan. Organisasi harus mengantisipasi kesalahan dan meningkatkan sistem mereka berdasarkan mitigasi masalah, alih-alih berfokus pada kelalaian individu.

Menyalahkan merupakan tindakan yang tidak membantu. Mengidentifikasi dan menyalahkan, tidak produktif dalam HOP. Sebab akan menciptakan budaya ketakutan atau defensif, alih-alih menumbuhkan akuntabilitas. Lebih baik segera selesaikan masalah dan fokus pada pencegahan kesalahan lebih lanjut.

Mendorong perilaku. HOP menekankan bahwa tindakan dan perilaku seseorang dibentuk oleh lingkungannya, jadi penting untuk memahami konteks di balik pengambilan keputusan seseorang. Hal ini membantu organisasi mengatasi masalah secara lebih efektif dan mengidentifikasi cara untuk meningkatkan kinerja dengan lebih baik.

Pentingnya respons pemimpin. Pemimpin bertanggung jawab untuk menetapkan nada dan memimpin dengan memberi contoh, terutama saat menanggapi kesalahan atau kegagalan. Oleh karena itu, para pemimpin harus menyadari cara mereka berkomunikasi, belajar, dan melakukan pendekatan perbaikan di seluruh organisasi.

Belajar dari kegagalan. Pada intinya, HOP menekankan bahwa peningkatan terjadi melalui kemauan untuk belajar dari kegagalan. Dengan memahami secara menyeluruh penyebab dan akibat dari kelalaian, tim dapat terus berupaya mengoptimalkan kinerja dan mengurangi kesalahan yang terjadi.

Manfaat HOP

Lantas, apa manfaat HOP? Mengingat penekanan HOP pada pengoptimalan kinerja dengan berfokus pada perilaku yang mendorong peningkatan, HOP memberikan banyak manfaat bagi organisasi. Berikut beberapa manfaat utama HOP:

Mendukung Optimalisasi Keselamatan

HOP menekankan pentingnya pendekatan proaktif terhadap keselamatan dengan menangani masalah dari akar penyebabnya untuk menghindari atau mengurangi kejadian lebih lanjut.

Hal ini berarti memperhatikan risiko yang mendasarinya sebelum insiden terjadi, yang membantu menciptakan lingkungan yang selaras dengan praktik keselamatan kerja.

Selain itu, organisasi mendorong akuntabilitas dan membangun budaya keselamatan yang mengutamakan pembelajaran berkelanjutan.

Meningkatkan Manajemen Risiko

Dengan mengantisipasi risiko dan potensi kesalahan sebelum terjadi, HOP mampu meningkatkan proses manajemen risiko organisasi secara signifikan.

Memahami bahwa kesalahan manusia merupakan bagian alami dari setiap sistem kerja mendorong organisasi untuk merancang proses yang mengantisipasi dan mengakomodasi potensi kesalahan tanpa menyalahkan pihak lain.

Dengan demikian, karyawan merasa lebih aman untuk melaporkan kesalahan dan kelalaian apa pun, yang mengarah pada pemahaman yang lebih komprehensif tentang potensi risiko.

Selain itu, komunikasi yang terbuka membantu mengidentifikasi tren kesalahan umum dalam proses bisnis, yang selanjutnya meningkatkan pendekatan manajemen risiko.

Meningkatkan Keterlibatan Karyawan

Pada intinya, HOP berupaya menciptakan lingkungan kerja yang suportif dan inklusif di mana karyawan merasa dihargai dan diberdayakan. Menurut Gallup, keterlibatan karyawan merupakan aspek penting dari kesuksesan bisnis secara keseluruhan karena meningkatkan produktivitas, menciptakan retensi yang lebih lama, dan membina tenaga kerja yang berdedikasi.

Ketika karyawan tahu bahwa mereka dihormati atas kontribusinya dan diberi toleransi saat melakukan kesalahan, mereka cenderung merasa dihargai dan termotivasi untuk berkembang. Hal ini mengarah pada keterlibatan dan produktivitas yang lebih tinggi, yang berkontribusi pada kesuksesan organisasi yang lebih besar.

Meningkatkan Keandalan dan Kinerja

Manfaat utama lainnya dari HOP adalah penekanannya pada pembelajaran dan adaptasi berkelanjutan untuk mendorong peningkatan secara keseluruhan.

Para pemimpin harus menganalisis secara cermat hal-hal berikut untuk mendapatkan kendali yang lebih baik atas kinerja mereka: data operasional, hampir terjadi kesalahan (near misses), insiden dan kesalahan (incident and mistakes).

Belajar dari kesalahan masa lalu adalah cara terbaik untuk mendorong perubahan yang mendorong peningkatan keandalan dan kinerja.

Meningkatkan Pengambilan Keputusan

HOP mempertimbangkan dinamika organisasi, faktor manusia, dan kompleksitas sistem. Melihat semua elemen ini secara kohesif dapat memberdayakan pengambilan keputusan dan membantu organisasi memahami dampak pilihan mereka terhadap sistem secara keseluruhan.

Pola pikir ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih terinformasi dan komprehensif, menghindari bias dan asumsi untuk berfokus pada perbaikan sistem yang paling berdampak.

Mengembangkan Ketahanan Organisasi Secara Keseluruhan

HOP mengoptimalkan budaya keselamatan di tempat kerja dan meningkatkan manajemen risiko sekaligus meningkatkan kualitas kerja dan keterlibatan karyawan. Dengan mempromosikan hal ini, HOP membangun ketahanan organisasi yang lebih baik secara keseluruhan yang dapat mengantisipasi, bertahan, dan pulih dari tantangan tak terduga.

Lingkungan pembelajaran berkelanjutan, yang didukung melalui komunikasi terbuka dan pengakuan bahwa kesalahan merupakan bagian tak terpisahkan dari proses bisnis, memastikan bahwa organisasi tetap adaptif.

Oleh karena itu, penting bagi organisasi untuk menciptakan sistem yang memperhitungkan variabilitas manusia guna meningkatkan ketahanan dan operasional secara keseluruhan. (berbagai sumber/Hasanuddin)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button