ESGQHSSESustainability

Forum QHSE BUMN Konstruksi Perkenalkan Sustainability di FIB UI

Forum QHSE BUMN Konstruksi berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait penerapan QHSE, ESG, dan Sustainability di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI).

DEPOK, Improvement – Keberlanjutan (sustainable) yang kini menjadi tren global, tak hanya berlaku di dunia industri. Tapi di semua lini kehidupan dan segala aktivitas manusia. Tak terkecuali dunia pendidikan dan kampus.

Aspek keberlanjutan bagi dunia pendidikan penting dilakukan guna keberlangsungan aktivitas belajar demi melahirkan sumber daya manusia yang tangguh di masa depan.

Dalam kerangka ini, Forum QHSE BUMN Konstruksi memperkenalkan dunia QHSE, ESG, dan Sustainability di kampus.

Kegiatan itu digelar di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia, Selasa (28/10/2025) lalu. Kegiatan terselenggara berkat kerjasama dengan Korean International Corporation Agency (KOCA) dan FIB UI.

Pada sesi pertama, Pradana Anugrah Sejati dari Forum QHSE BUMN Konstruksi tampil sebagai pembicara. Ia berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), ESG, dan  Sustainability di PT Brantas Abipraya, tempatnya bekerja.

Pradana Anugrah Sejati dari PT Brantas Abipraya.

Mulai dari aspek regulasi terkait HSE dan ESG di Abipraya, kerangka kerja dan peta jalan ESG, sasaran, hingga operasional di lapangan. Dijelaskan pula terkait berbagai inovasi yang dilakukan di Abipraya dalam upaya keberlanjutan (sustainability) perusahaan.

Proyek MRT Fase 2

Sesi kedua menampilkan Prof Cecep Eka Permana, Kepala Departemen Arkeologi FIB UI. Ia berkisah bagaimana selama ini dunia cagar budaya sering beririsan dengan dunia konstruksi.

Prof Cecep mencontohkan proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) fase 2 yang kini berlangsung. Dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi, ditemukan banyak peninggalan arkeologi di bawah tanah.

“Kedepannya akan lebih banyak lagi peninggalan arkeologi yang akan ditemukan mengingat jalur MRT fase 2 berada di atas kawasan yang dahulunya merupakan kota Batavia lama (Oud Batavia). Kiranya penting dilakukan kerjasama antara dunia konstruksi dengan dunia arkeologi Indonesia,” kata Prof Cecep.

Prof Cecep Eka Permana (kiri), Kepala Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI).

Terkait ESG dan Sustainability, ia memaparkan bahwa dunia cagar budaya sudah menerapkannya. Ia menyebut situs Muara Jambi yang sudah menerapkan transportasi bebas BBM, penggunaan EBT, dan sebagainya.

Sesi terakhir diisi oleh Ketua Umum Forum QHSE BUMN Konstruksi, H Subkhan. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bagaimana penerapan aspek QHSE, ESG, dan Sustaibility yang baik dan benar serta berkesinambungan, akan melahirkan banyak profit.

“Tak sekadar mengurangi emisi karbon, tapi juga bisa menghemat biaya operasional yang luar biasa besarnya. Juga akan berdampak positif terhadap pekerja, masyarakat, lingkungan, dan sebagainya,” kata Subkhan.

Kegiatan dihadiri oleh beberapa anggota Forum QHE BUMN Konstruksi. Seperti dari Waskita Karya, Brantas Abipraya, Wijaya Karya, Adhi Karya, Perum Perumnas, KAI Properti. Juga dihadiri oleh para mahasiswa FIB UI. (Hasanuddin)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button