ESGNewsSustainability

Basarnas Aceh Hentikan Operasi Pencarian, Korban Meninggal Bencana Sumatera Capai 1.153 Jiwa

Dalam beberapa hari terakhir, tim Basarnas Banda Aceh sudah tidak lagi menemukan jasad korban bencana. Setelah lebih sebulan, operasi pencarian dihentikan.

JAKARTA, Improvement – Setelah lebih satu bulan, operasi pencarian korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, dihentikan.

Penghentian operasi dilakukan karena Tim SAR tidak menemukan korban banjir dan longsor setelah beberapa hari pencarian. Saat ini, operasi pencarian dialihkan pada operasi pemantauan.

“Operasi pencarian yang sejak sebulan dilakukan dihentikan dan dialihkan ke operasi pemantauan. Dalam beberapa hari terakhir operasi pencarian tidak membuahkan hasil,” kata Kepala Basarnas Banda Aceh Ibnu Harris Al Hussain dikutip dari Antaranews, Kamis (25/12/2025).

Menurut Harris, operasi pencarian korban bencana banjir di Provinsi Aceh sudah berlangsung selama 31 hari. Hari Kamis (25/12/2025) merupakan hari terakhir operasi pencarian korban jiwa  di Aceh.

“Waktu bertahan seseorang dalam kondisi bencana paling lama tujuh hari. Kini sudah 31 hari pascabencana, sehingga kecil kemungkinannya mereka yang dinyatakan hilang dalam kondisi selamat,” katanya.

Meskipun demikian, Harris memastikan operasi pemantauan tetap berjalan. Jika ada korban ditemukan, Tim SAR langsung turun ke lapangan.

“Kami juga mengimbau masyarakat jika menemukan korban segera melaporkan guna proses evakuasi. Saat ini Tim SAR tetap siaga dan terus melakukan pemantauan di lokasi bencana,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terhitung hari ini, korban meninggal dunia akibat banjir di Provinsi Aceh mencapai 503 orang. Sementara 31 orang lainnya dinyatakan hilang.

1.153 Korban Meninggal

Sementara itu, berdasarkan data BNPB per Jumat (26/12/2025) pagi, total jumlah korban meninggal dunia akibat bencana di Pulau Sumatera mencapai 1.153 jiwa.

Sebanyak 172 orang masih dinyatakan hilang. Kecil kemungkinan para korban hilang mampu bertahan lebih dari 33 hari, sejak bencana melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar  pada Rabu (24/11/2025).

Memasuki hari ke-33, hampir setengah juta jiwa masih berada di pengungsian. Terbanyak berada di provinsi Aceh, yang mencapai lebih dari 400 ribu jiwa.

Bencana dahsyat itu juga merusak  157.838 rumah warga. Sebanyak 47.165 di antaranya mengalami rusak berat.

Fasilitas umum paling terdampak adalah fasilitas pendidikan. HinggaJumat (26/12/2025), terdata 3.188 fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan. Lalu,  806  rumah ibadah, 215  fasilitas kesehatan, dan memutus 101 jalan dan 98 jembatan. (Hasanuddin)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button