NewsSustainabilityTransportation

Berisi 10 Orang, Pesawat ATR 400 Diduga Jatuh di Pegunungan

Helikopter Caracal milik TNI AU melihat adanya titip api di Gunung Lapihao, Kec Leang-leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

MAKASSAR, Improvement – Pesawat Avions de Transport Regional (ATR) jenis ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT), dilaporkan hilang kontak saat mengangkasa di langit Maros.  Hingga Sabtu (17/1/2025) malam, upaya pencarian terus dilakukan.

Pihak TNI AU yang mengerahkan helikopter Caracal, melihat ada titik api di Gunung Lapihao. Diduga titik api ini berasal dari ledakan pesawat.

“Kita sudah mengeluarkan tim dari TNI AU, yaitu tim heli Carakal. Tadi sepertinya sudah bisa memonitor bahwa di daerah Gunung Lapihao, Kecamatan Leang-leang, Kabupaten Maros, itu sudah melihat adanya api,” kata Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, Sabtu (17/1/2026), sebagaimana dilansir dari laman beritabuana.co.

Bangun mengatakan temuan tersebut diperkuat dengan kesaksian warga setempat yang mendengar suara ledakan. Selain itu, warga melihat dari jarak jauh adanya tanda api di sekitar pegunungan.

“Sepertinya begitu  (pesawat meledak). Tapi kita akan pastikan dulu sampai tim darat maupun heli Caracal ini bisa memastikan apakah itu exact location-nya atau bukan,” kata Bangun.

Pihaknya, masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari hasil pemantauan helikopter Caracal.

Dia memastikan seluruh personel gabungan terus bergerak untuk melakukan pencarian, sambil mempersiapkan langkah evakuasi.

“Untuk Kodam kita sudah siapkan 5 SSK itu lengkap, mulai dari tim kesehatan, komunikasi, kemudian bahkan tim topografi. Kita nanti akan banyak menggerakkan drone-drone dalam rangka pencarian ini,” paparnya.

Kronologi

Terpisah, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut pesawat jenis ATR 400 milik  IAT  dilaporkan hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu Target pencarian ada di pegunungan kapur Bantimurung, desa Leang-leang, Maros.

“Target pencarian di pegunungan kapur Bantimurung, desa Leang-leang, Kabupaten Maros, dan menjadi Posko Basarnas di dekat lokasi,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa dalam keterangan di Jakarta, dilansir Antara, Sabtu (17/1/2026).

Pada Sabtu (17/1), Ditjen Perhubungan Udara menerima laporan awal terkait hilangnya kontak (loss contact) pesawat udara jenis ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT yang dioperasikan  (IAT, pemegang AOC 034.

Pesawat ATR buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 tersebut melaksanakan penerbangan dari Yogyakarta Adi Sucipto (JOG) menuju Makassar Sultan Hasanuddin (UPG), dengan Pilot in Command Capt. Andy Dahananto.

“Berdasarkan informasi kronologi terbaru, pada pukul 04.23 UTC, pesawat diarahkan oleh Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar,” kata Lukman.

Dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya.  ATC kemudian memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.

“ATC selanjutnya menyampaikan beberapa instruksi lanjutan guna membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai dengan prosedur,” katanya.

Setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus. Menindaklanjuti kondisi tersebut, ATC mendeklarasikan fase darurat DETRESFA (Distress Phase) sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku. (Hasanuddin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button