KampusSustainability

FKM UI Akan Melakukan Hilirisasi Hasil Riset Untuk Kepentingan Masyarakat

Hasil-hasil riset di FKM UI akan dihilirisasi. Tidak hanya dipublikasi di jurnal ilmiah, tapi juga sampai ke masyarakat. Science for society.

JAKARTA, Improvement – Hidup bagi Prof Dr Indri Hapsari Susilowati, SKM, MKKK, bak air mengalir. Berjalan begitu saja, apa adanya.

Pada 2016, di saat usianya 39 tahun, ia terpilih menjadi Kepala Departemen K3 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI). Jabatan itu diembannya selama lima tahun.

Pada 2021, ia kembali mendapat amanah untuk menjabat sebagai Kepala Departemen K3 untuk periode kedua. Namun, tak lama kemudian, ia diminta Dekan FKM UI untuk menduduki jabatan sebagai Manajer.

Persisnya Manajer Kerjasama, Alumni, dan Ventura FKM UI. Tidak pernah ada keinginan untuk menjadi manajer. Namun ketika diminta, ia tak kuasa menolak.

Pada 1 April 2021, jabatan fungsionalnya naik menjadi Lektor Kepala. Dua tahun kemudian, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar FKM UI pada 4 Oktober 2023. Ia tercatat sebagai Profesor ke-5 bidang ilmu K3 di FKM UI.

Dua tahun berikutnya, ibu tiga anak ini dilantik sebagai Dekan FKM UI pada 8 Desember 2025 oleh Rektor UI Prof Dr Ir Heri Hermansyah, ST, MEng, IPU. Prof Indri menjadi Dekan FKM UI periode 2025-2029, menggantikan Prof dr Mondastri Korib Sudaryo, MS, DSc.

Prof Indri mengaku maju pada pemilihan Dekan FKM UI atas masukan para seniornya. Selain itu, ia merasa FKM UI selama ini sudah menjadi rumahnya. Sejak kuliah hingga saat ini menjadi Guru Besar, ia terus berada di FKM UI.

Sebagai Dekan, ia didampingi dua Wakil Dekan. Yaitu  Prof Dr Besral, SKM, MSc   (Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan) dan   Mila Tejamaya, SSi, MOHS, PhD  (Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum).

Hilirisasi Hasil Riset

Setelah menjadi Dekan, lantas apa yang akan dilakukan?

“Ada beberapa agenda. Antara lain hilirisasi hasil-hasil riset. Saya ingin hasil-hasil riset di FKM UI tidak hanya dipublikasi di jurnal. Tetapi juga bisa sampai ke masyarakat, sampai ke tingkat grass root. Saya menyebutnya sebagai Science for Society,” kata Prof Indri ketika ditemui Improvement di FKM UI, Selasa (9/12/2025) silam atau sehari setelah pelantikannya menjadi Dekan FKM UI.

Hari itu penyuka makanan Jepang ini masih berada di ruang kerjanya yang lama. Saat ditemui, ia sedang berkoordinasi dengan beberapa stafnya.

Prof Indri Hapsari Susilowati (kedua dari kanan) saat pelantikan dan pengangkatan sumpah jabatan Dekan di Universitas Indonesia, Senin (8/12/2025). (Foto: Dok Humas FKM UI)

Ia tak ingin perguruan tinggi menjadi menara gading. Tapi harus bermanfaat bagi masyarakat.

Dikatakan, ada begitu banyak hasil riset yang telah, sedang, dan akan dilakukan di FKM UI terkait kesehatan masyarakat (Kesmas).

“Kedepan tentunya kami ingin berbagai hasil riset tersebut bisa sampai ke masyarakat. Selama ini memang sudah dilakukan, tapi akan kami perbanyak lagi supaya bermanfaat bagi masyarakat. Sebab, sebaik-baiknya ilmu adalah ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Perkuat Ekosistem Riset

FKM UI, sambung Prof Indri, berkomitmen memperkuat ekosistem riset dan inovasi berkelanjutan yang tak hanya unggul secara akademik. “Tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pembangunan nasional serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat.”

Saat ini FKM UI memiliki tujuh Departemen dan 10 Program Studi (Prodi). Yaitu Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3),  Departemen Biostatistika dan Ilmu Kependudukan. Lalu, Departemen Epidemiologi, Departemen Gizi Kesehatan Masyarakat, Departemen Kesehatan Lingkungan, dan  Departemen Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku.

Sedangkan Prodi terdiri atas empat Prodi Sarjana Strata Satu (S1), empat Prodi S2, dan dua Prodi S3.

Terkait Prodi, Prof Indri menjelaskan bahwa 10 Prodi di FKM UI terkreditasi Unggul, yang tertinggi secara nasional. Lima prodi di antaranya bahkan sudah terakreditasi internasional dari Jerman.

Kelima Prodi yang sudah terakreditasi internasional tersebut adalah  S1 Kesmas, S1 Gizi, S2 Kesmas, S2 K3, dan S2 Epidemiologi. Karena itu ia berencana akan membuka kelas Internasional.

Agenda lainnya, Prof Indri ingin menjadikan FKM UI sebagai Entrepreneur Faculty. Hal ini selaras dan sebangun dengan kebijakan UI yaitu menjadi Entrepreneur University.

Selama ini, katanya, pendapatan FKM UI lebih mengandalkan pada Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa. “Sekarang kami harus bisa mencari dan meningkatkan pendapatan non-UKT,” pungkasnya. (Hasanuddin)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button