
Kerugian 350 Kios Buah Pasar Induk Kramatjati yang Ludes Terbakar Capai Rp35 M
Petugas bergerak cepat. Hampir dua jam kobaran api berhasil dipadamkan. Namun sudah menghanguskan 350 kios buah.
JAKARTA, Improvement – Kebakaran yang meludeskan 350 kios buah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, diperkirakan mencapai sedikitnya Rp35 miliar.
Taksiran kerugian ini diungkap Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) DKI Jakarta, berdasarkan asumsi setiap pedagang mengalami kerugian rerata Rp100 juta.
Miftahudin, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikappi DKI Jakarta menyampaikan bahwa kebakaran terjadi di area Los Buah C2.
“Saat ini kondisi di lokasi berangsur kondusif dan masih dalam proses pendinginan serta pembersihan sisa material kebakaran. Adapun kerugian sementara ditaksir mencapai sekitar Rp35 miliar,” kata Miftahudin dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Selasa (16/12/2025) pagi.
Menurutnya, Pasar Induk Kramat Jati merupakan pusat distribusi buah yang beroperasi setiap hari. Memiliki peran strategis dalam menjaga kelancaran pasokan komoditas ke wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Oleh karena itu, pihaknya mendorong percepatan penanganan pascakebakaran agar para pedagang dapat kembali berjualan dan aktivitas distribusi dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Selain itu, Ikappi juga mendorong realisasi bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kepada pedagang terdampak secara tepat sasaran.
350 Kios Buah Terbakar
Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur mengalami kebakaran pada Senin (15/12/2025) pagi, tepatnya di Blok C2 atau los buah.
Asal api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik atau konsleting yang terjadi di sebuah kios peralatan plastik.
Hal ini diungkap Kepala Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur Abdul Wahid.
“Kejadian bermula ketika muncul percikan api di lapak Cikurai yang bergerak dalam perdagangan klontong bahan baku plastik,” kata Abdul Wahid.
Petugas keamanan Pasar Induk segera bertindak cepat dengan mencoba memadamkan api menggunakan alat pemadam api portable (APAR) dan peralatan seadanya.
“Namun, usaha ini tidak berhasil mencegah api berkembang. Api semakin membesar dan menyebar ke area sekitarnya,” kata Abdul Wahid, Senin (15/12/2025) sebagaimana dilansir dari laman jawapos.com.
Melihat kondisi yang memburuk, pihak keamanan kemudian menghubungi Petugas Damkar Detasemen Kramat Jati. Sekitar pukul 07.40 WIB, tim pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melaksanakan operasi pemadaman.
Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam lebih lama, dan pada pukul 08.50 WIB, api akhirnya dapat dipadamkan secara total.
“Sebanyak 20 unit Alat Pemadam Kebakaran (DPK) dikerahkan untuk memadamkan api,” ujarnya.
Setelah itu, tim damkar melanjutkan proses pendinginan untuk mencegah terjadinya kebakaran kembali.
“Kerugian materil yang ditimbulkan cukup signifikan, sekitar 350 lapak buah di Loss Buah C2 terbakar,” terangnya.
Asuransi
Direktur Utama Pasar Jaya Agus Himawan menyatakan, untuk menutupi kerusakan akibat kebakaran yang melanda Pasar Kramat Jati sudah diantisipasi dengan asuransi. “Kita mohon bersabar ya, karena ini di-cover oleh asuransi juga,” ujarnya.
Ia belum bisa menghitung besaran asuransi yang akan diterima oleh setiap pedagang.
“Bangunan di-cover asuransi. Kita inventarisir dulu, jadi tergantung nilai kerugian kita juga belum tahu kan penyebab kebakaran harus kita ketahui dulu. (Tapi) asuransi sudah pasti,” ujarnya. (Hasanuddin)


