
Gubernur Pramono Ingatkan Pemilik Gedung di Jakarta Utamakan Keselamatan
Gedung Terra Drone yang terbakar dan menewaskan 22 orang, hanya memiliki satu akses masuk dan keluar, serta tidak dilengkapi dengan sistem proteksi kebakaran.
JAKARTA, Improvement – Kebakaran Gedung Terra Drone yang menewaskan 22 orang, kini hanya menyisakan duka mendalam bagi para keluarga korban. Pemilik usaha pun, PT Terra Drone Indonesia (TDID), menderita kerugian yang tidak sedikit.
Keberlanjutan usaha perusahaan asal Jepang di Idonesia itu pun terancam akan mengalami kevakuman selama beberapa waktu atas kasus ini. Hal itu tentu saja akan berimbas pada potensi kerugian yang lebih besar lagi.
Kasus kebakaran gedung Terra Drone, harus menjadi pembelajaran amat berharga bagi siapapun, atas pengabaian aspek keselamatan.
Gedung enam lantai (tidak termasuk lantai dasar) tersebut ternyata hanya memiliki satu akses pintu masuk dan keluar. Padahal, gedung tersebut setiap harinya dihuni oleh setidaknya 76 karyawan.
Yang lebih mengejutkan, gedung perusahaan yang bergerak di bidang pemanfaatan drone untuk survey industri ini, tidak dilengkapi dengan sistem proteksi kebakaran. Baik sistem proteksi aktif (alat pemadam kebakaran) maupun pasif (jalur evakuasi).
Tak Dilengkapi APAR
Hal ini diungkap Gubernur DK Jakarta Pramono Anung yang langsung meninjau ke lokasi kebakaran, Selasa (9/12/2025) kemarin.
Menurut Gubernur Pramono, gedung kantor enam lantai tersebut tidak memiliki persiapan memadai terkait keamanan, keselamatan, dan jalur evakuasi.
“Kami mengharapkan bagi siapa pun yang mempunyai usaha seperti ini, hal yang berkaitan dengan keselamatan (gedung) menjadi hal yang penting,” kata Parmono.

“Ini menunjukkan (gedung kantornya) lantai enam, tetapi tidak dipersiapkan untuk (jalur) evakuasi dan sebagainya,” sambungnya.
Ia menjelaskan, idealnya gedung enam lantai harus dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran (alat pemadam api ringan/APAR). Namun, di kantor PT Terra Drone, perlengkapan tersebut sama sekali tidak tersedia.
“Tetapi untuk case yang seperti ini mereka tidak persiapkan sama sekali. Sehingga kemudian apa yang terjadi sekarang itu adalah cerminan dari hal itu,” tegasnya.
22 Orang Tewas
Sebagaimana diberitakan, kebakaran Gedung Terrra Drone yang berlokasi di Jl Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, dilanda kebakaran hebat.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Chondro mengatakan, dugaan api berasal dari baterai yang terbakar di lantai dasar.
“Ada baterai itu yang terbakar,” kata Kombes Pol Susatyo sebagaimana dilansir dari laman kompas.com.
Api dari baterai itu sempat dipadamkan karyawan, namun kembali menyebar karena lantai dasar merupakan salah satu area yang mudah terbakar.
Susatyo mengemukakan, sejumlah karyawan sedang beristirahat di lantai dua dan tiga gedung saat terjadi kebakaran. Api kemudian cepat membesar dan asap pekat menjalar hingga lantai enam.
“Pada saat terbakar, api semakin membesar, kemudian asap itu sampai naik ke lantai enam,” ujarnya.
Hari itu ada 76 karyawan yang masuk. Sebanyak 54 di antaranya selamat dan berhasil diselematkan, sementara 22 lainnya meninggal di tempat.
Polisi memastikan para korban meninggal dunia bukan karea terbakar, melainkan karena keracunan asap hasil kebakaran.
Kobaran pertama kali dilaporkan pada pukul 12.40 WIB. Petugas pemadam kebakaran bertindak cepat datang ke lokasi dan melakukan penanganan. (Hasanuddin)


