
Kab Bandung Direndam Banjir, Gunung Ibu Erupsi di Maluku Utara
Belasan kecamatan di Kabupaten Bandung, direndam air bah. Di Maluku Utara, Gunung Ibu erupsi, melontarkan abu vulkanik setinggi 600 meter.
JAKARTA, Improvement – Air mata yang membasahi pipi belum juga kering tatkala banjir bandang dan tanah longsor menerjang hebat tiga provinsi di Pulau Sumatera. Duka kini kembali merebak dari Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Hujan deras yang mengguyur ‘Paris van Java’ sejak Rabu (3/12/2025) hingga Kamis (4/12/2025) sore menyebabkan ribuan rumah di 14 kecamatan di Kabupaten Bandung, terendam air. Juga memicu terjadinya tanah longsor di sejumlah titik. Ratusan ribu warga dikabarkan terdampak banjir dan tanah longsor.
Hingga Sabtu (6/12/2025) belum dilaporkan adanya korban jiwa maupun hilang. Namun tiga penghuni rumah dikabarkan masih tertimbun tanah dan reruntuhan bangunan ketika lima rumah di Anjarsari, disapu tanah longsor.

Kota Baleendah yang terletak di selatan kota Bandung, masih terisolir. Akses jalan menuju Baleendah tak bisa dilintasi kendaraan akibat tingginya genangan air. Baleendah yang bersebelahan dengan Sungai Citarum, merupakan wilayah palng terdampak.
Ribuan Rumah Terendam Banjir
Dilansir dari laman kompas.com, di Kecamatan Pangalengan, longsor terjadi di Kampung Pasirmulya, menimbun dua rumah warga.
Peristiwa serupa terjadi di Kampung Pasirkaliki, Desa Panyirapan, Kecamatan Soreang, yang mengakibatkan dua rumah tertutup material longsor. Di kawasan yang sama, banjir merendam permukiman.
Kecamatan Soreang mencatat longsor di Kampung Cimonce, Desa Sukajadi, yang merusak dinding rumah warga. Banjir juga terjadi di Kampung Jelekong, Kampung Pasirkaliki, Kampung Cipendeuy, serta permukiman di Desa Cingcin.
Di Kecamatan Bojongsoang, ratusan rumah di Kampung Cijagra terendam banjir. Sementara di Kecamatan Cangkuang, longsor di Kampung Kawung Luwuk dan Leweung Datar menyebabkan lima rumah terdampak.
Di Kecamatan Dayeuhkolot, banjir kembali melanda Kampung Cibedug Hilir, Kampung Cibedug Girang, Kampung Bojongasih, dan Desa Citereup. Ribuan rumah di wilayah tersebut terendam seiring meningkatnya debit air Sungai Citarum.
Longsor juga terjadi di Desa Mekarsari, Kecamatan Cimaung, yang menyebabkan sedikitnya belasan rumah terdampak. Kondisi serupa tercatat di Kecamatan Pasirjambu.
Sementara itu, banjir terjadi di Kampung Babakan, Desa Margahayu, Kecamatan Margaasih. Di Kecamatan Katapang, banjir merendam Kampung Sukamukti.
Longsor dilaporkan terjadi di Kampung Puncak Mulya, Desa Cihawuk, Kecamatan Kertasari. Banjir melanda Kecamatan Pameungpeuk, sementara longsor dilaporkan di Kecamatan Ciwidey, yang berdampak pada belasan rumah.
Tanggap Darurat
Situasi ini membuat Pemerintah Kabupaten Bandung menetapkan status tanggap darurat. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Bupati Bandung Nomor 300.2.1/KEP.731-BPBD/2025.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Wahyudin menjelaskan, status tanggap darurat diberlakukan setelah bencana terjadi secara hampir bersamaan di belasan kecamatan.
“Bupati menetapkan status tanggap darurat bencana. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana lanjutan,” kata Wahyudin di Bandung, Sabtu (6/12/2025).
Menurutnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung memprediksi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga akhir pekan ini.
“Intensitas hujan diperkirakan berada pada level sedang hingga sangat lebat, terutama di wilayah Bandung Raya,” tambahnya.
Gunung Ibu Erupsi
Sementara itu, pada saat bersamaan, Gunung Ibu yang terletak di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik.
Gunung berapi setinggi 1.325 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu mengalami erupsi pada Kamis (4/12/2025) menjelang siang, menyemburkan kolom abu vulkanik.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ibu, Saum, melaporkan erupsi terjadi Kamis, 4 Desember sekitar pukul 11.40 Waktu Indonesia Timur (WIT). Abu vulkanik terlontar tinggi membentuk kolom yang mencapai 600 meter di atas puncak kawah.
“Erupsi sekitar pukul 11.40 WIT dengan tinggi kolom abu teramati setinggi 600 meter di atas puncak,” kata Saum dalam keterangan tertulis yang diterima di Ternate sebagaimana dilansir dari laman Antara, Kamis (4/12/2025).
Hingga Sabtu (6/12/2025) dilaporkan tidak ada korban jiwa maupun luka. Namun warga diimbau untuk tetap waspada.
“Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung masker dan kacamata, agar terhindar dari paparan abu Gunung Ibu,” kata Saum. (Hasanuddin)


