
Korban Meninggal Banjir & Longsor Sumatera & Aceh Capai 631 Jiwa, 1 Juta Jiwa Mengungsi
Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Sumatera dan Aceh mencapai 631 jiwa. Jumlah ini kemungkinan besar akan terus bertambah.
MEDAN, Improvement – Banjir dan longsor di kawasan Sumatera dan Aceh menelan korban jiwa yang tak sedikit.
Hingga Selasa (2/12/2025) jam 11.00 WIB, korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Sumatera dan Aceh mencapai 631 jiwa, 472 jiwa hilang, dan 260 orang terluka.
Jumlah korban terdampak mencapai 3,2 juta jiwa. Sementara 1 juta orang terpaksa mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman.
Data terbaru ini dirilis Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdatin BNPB).
Di Sumatera Utara, Kabid Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni mengatakan hingga saat ini masih ada 17 daerah di Sumut yang terdampak musibah tersebut.
Lokasi terparah berada di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Total korban meninggal dunia di Tapteng mencapai 86 orang, luka-luka 508 orang, hilang 85 orang, dan sebanyak 7.382 orang masih mengungsi.
Daerah terparah kedua adalah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Di wilayah tersebut terdapat 79 korban meninggal dunia, 38 orang hilang, 49 orang luka, dan 5.366 warga mengungsi.
Lokasi terparah ketiga yaitu Kota Sibolga, dengan 47 korban meninggal dunia, 12 orang hilang, 45 orang luka, dan 17.824 warga mengungsi.
Terkait bencana ini, tim SAR gabungan terus mencari korban hilang sembari menyalurkan bantuan melalui udara ke sejumlah wilayah yang masih terisolasi.
![]()
Presiden Prabowo Subianto telah meninjau lokasi bencana di Tapanuli Tengah. Ia memastikan pemerintah hadir memberikan dukungan bagi warga terdampak.
“Kita sekarang prioritas bagaimana bisa segera kirim bantuan-bantuan yang diperlukan terutama BBM yang sangat penting. Listrik sebentar lagi saya kira bisa dibuka semuanya. Ada berapa desa yang terisolasi, insya Allah bisa kita tembus,” ucap Prabowo saat peninjauan, Senin (1/12/2025) sebagaimana dilansir dari laman kompas.com.
Satu Keluarga Tewas Keracunan Asap
Sementara itu, banjir dan longsor menyebabkan aliran listrik di kawasan Sumut, mati total. Warga yang memiliki mesin genset berinisiatif menyalakannya agar rumahnya tidak gelap gulita.
Namun nahas, inisiatif ini malah berujung petaka. Satu keluarga ditemukan meninggal dunia di Jalan Marelan, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Senin (1/12/2025).
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, Iptu Agus Purnomo, mengatakan ketiga korban diduga menghirup asap beracun dari genset.
“Diduga meninggal karna asap genset namun demikian kami bawa ke RS Bhayankara untuk diotopsi,” kata Agus melalui saluran telepon, sebagaimana dilansir dari laman kompas.com, Selasa (2/12/2025).
Ratna (33), keluarga korban, mengatakan tiga orang yang meninggal dunia adalah abangnya berinisial S, serta istri dan anak abangnya, J dan Z.
“Kami sudah lost contact dari Jumat ke Sabtu. Coba datang lah keluarga ke sana mencek. Digedor-gedor rumahnya tapi gak buka,” kata Ratna di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Senin (1/12/2025).
“Posisinya terkunci di dalam. Gak ada digembok dari luar. Biasanya kalau keluar mereka pasti begitu. Nah, ditelpon gak ada yang bisa dihubungi,” sambungnya.
Pada Minggu, keluarga kembali mendatangi rumah tersebut, namun kondisi rumah masih tertutup rapat.
“Itu lah hari Senin semalam jadi kami putuskan untuk bongkar paksa saja. Rusakin pintunya. Kami minta tolong kepala lingkungan dan lurah di sana,” ujar Ratna.
Begitu pintu dibuka, bau busuk langsung tercium. J ditemukan tergeletak tak bernyawa di tangga rumah, sementara S dan Z berada di lantai dua.
Ratna menduga mereka meninggal karena menghirup asap genset yang dinyalakan saat terjadi pemadaman listrik di tengah banjir yang melanda wilayah tersebut.
“Sepertinya mereka saat itu menghidupkan genset karena mati lampu. Setelah itu tak ada kabar lagi,” sebut Ratna. (Hasanuddin)


