
SEMARANG, Improvement – Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa yang dipenuhi semangat pengabdian kepada masyarakat, belakangan justru jadi ajang sarat lara.
Lima mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, ditemukan tak bernyawa setelah terseret arus Sungai Jolinggo, Rabu (5/11/2025). Sementara satu mahasiswa lainnya belum ditemukan.
Kasus ini kian menambah panjang daftar mahasiswa yang meregang nyawa dalam kegiatan KKN.
Deretan KKN Berujung Maut
Dalam catatan Improvement, sejak 24 Februari hingga 4 November 2025, setidaknya 12 mahasiswa tewas dan dua lainnya hilang dalam kegiatan KKN.
Pada 24 Februari 2025, tiga mahasiwa Institut Maritim Prasetya Lampung hanyut dan tenggelam saat berenang di sungai. Dua di antaranya ditemukan tewas, sementara satu lainnya dinyatakan hilang.
Mereka merupakan mahasiswa yang tengah menjalani KKN di Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung.
Kecelakaan maut ini terjadi di dekat bendungan Sungai Margo Dalem, Desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan. Saat asyik berenang, tiba-tiba para korban terseret arus sungai yang tiba-tiba semakin deras ketika sedang asyik berenang.
Hampir dua bulan kemudian atau 15 April 2025, tiga mahasiswa Universitas Gorontalo tewas terseret luapan air Sungai Dunggilata saat melaksanakan kegiatan KKN di Kabupaten Bone Bolango.
Tiga orang ditemukan selamat di hulu sungai, sementara tujuh lainnya ditemukan dalam kondisi selamat setelah beberapa saat sebelumnya dinyatakan hilang.
Dua bulan kemudian atau 1 Juli 2025, dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) meregang nyawa saat KKN di Maluku Utara.
Kapal longboat yang mereka tumpangi, terbalik akibat ombak besar saat mencari pasir untuk kegiatan KKN. Dua mahasiswa tersebut adalah Septian Eka Rahmadi dan Bagus Adi Prayogo.
Teranyar, terjadi di Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Lima mahasiswa UIN Semarang ditemukan sudah tak bernyawa, sedangkan seorang mahasiswa lainnya hingga Kamis (6/11/2025) masih dalam pencarian.
Diperingatkan Dosen Pembimbing
KKN berujung maut ini terjadi pada Selasa (4/11/2025) sekira pukul 14.00 WIB. Kala itu 15 mahasiswa UIN Semarang yangtengah melakukan KKN di SDN 1 Getas, bermain air di Sungai Jolinggo
Mereka diduga tidak menyadari adanya hujan deras di bagian hulu sungai. Ketika arus deras tiba-tiba datang dari arah selatan, enam mahasiswa terseret arus dan hanyut.
“Dosen pembimbing sebenarnya sudah mengingatkan agar tidak ke sungai. Namun, anak-anak semangat, ingin refreshing sebentar setelah kegiatan,” kata Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) UIN Walisongo Moh. Masrur
Sembilan mahasiswa lainnya berhasil diselamatkan, sebagian mengalami luka ringan dan trauma psikologis.
Tak lama setelah kejadian, tiga dari enam mahasiswa yang terseret banjir bandang tersebut ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Ketiganya teridentifikasi bernama Riska Amelia (21), Syifa Nadilah (21), dan Muhammad Labib Rizqi (21). Riska dan Syifa merupakan warga Kabupaten Pemalang, beda desa. Sedangkan Muhammad Labib merupakan warga Noyonta Antasari, Kota Pekalongan.
Pada Rabu (5/11/2025) pagi, petugas SAR Semarang kembali menemukan dua jasad mahasiswa. Keduanya teridentifikasi bernama Bima Pranawira (21), warga Gresik, dan Muhammad Jibril Asyarofi (21), warga Jepara.
Sementara, Nabila Yulian Dessi Pramesti (21), warga Bojonegoro, hingga Kamis masih dilakukan pencarian.
Identitas Para Korban
Ditemukan meninggal dunia:
- Riska Amelia (21), warga Randudongkal, Kabupaten Pemalang.
- Syifa Nadilah (21), warga Warungpring, Kabupaten Pemalang.
- Muhammad Labib Rizqi (21), warga Noyonta Antasari, Kota Pekalongan.
- Bima Pranawira (21), warga Gresik.
- Muhammad Jibril Asyarofi (21), warga Jepara.
Masih dalam pencarian:
- Nabila Yulian Dessi Pramesti (21), warga Bojonegoro.(Hasanuddin)


